Yogyakarta

Pj Lurah Maguwoharjo Apresiasi Ide dari Dukuh Sambego, Lewat Lomba Manfaat Pekarangan Kosong

351
×

Pj Lurah Maguwoharjo Apresiasi Ide dari Dukuh Sambego, Lewat Lomba Manfaat Pekarangan Kosong

Sebarkan artikel ini
Ket foto; Pj Lurah Maguwoharjo, M.Falak Susanto saat foto bersama warga usai melakukan lomba wajah tingkat RT, manfaat pekarangan Kosong.

Sleman, Rakyat45.com – Kelurahan Maguwoharjo Kapanewon, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Sarjono untuk mengadakan lomba wajah tingkat RT. Kegiatan ini diberi tema “Ketahanan Pangan” mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo.

“Gagasan tersebut lahir dari keprihatinan atas banyaknya pekarangan kosong dan kurang terawat di wilayah Sambego,” kata Pj Lurah Maguwoharjo, Muhammad Falak Susanto saat beri keterangan kepada awak media Selasa 19 Agustus 2025.

Falak mengatakan melalui lomba ini, warga didorong mengoptimalkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran, buah – buahan, hingga tanaman obat keluarga (toga) yang bermanfaat untuk kehidupan sehari – hari,” ungkapnya.

“Pj Lurah Maguwoharjo menegaskan komitmen Pemerintah Kalurahan untuk mendampingi gerakan pemanfaatan pekarangan lahan kosong tersebut, sebagai salah satu contoh di wilayah perkotaan di Kabupaten Sleman.

“Kita tidak boleh hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, melainkan juga harus memberi perhatian pada upaya kemandirian pangan berbasis keluarga,” tambah Falak.

“Lanjutnya, kami sangat mengapresiasi ide dari Dukuh Sambego dan dukungan warga. Harapan kami khususnya di Kelurahan Maguwoharjo yang termasuk kawasan perkotaan, pembangunan tidak hanya identik dengan beton, jalan, dan gedung, tetapi juga pada pemanfaatan pekarangan serta ruang terbuka agar tetap produktif.

Dengan langkah ini, kesejahteraan masyarakat tidak hanya bertumpu pada sektor formal tetapi juga pada kemandirian pangan keluarga yang tumbuh dari rumah masing – masing,” tegas Falak.

Ia menambahkan langkah ini penting, mengingat Maguwoharjo adalah Kelurahan dengan jumlah penduduk yang padat yaitu 47.665 jiwa pada tahun 2022. Kita tau di Kabupaten Sleman ini, Kapanewon/Kecamatan Depok dari luas wilayah 705,94 hektare sebagian besar lahannya telah beralih fungsi menjadi kawasan permukiman, perdagangan, dan jasa. Data dari Bappeda Kabupaten Sleman tahun 2021 mencatat dalam kurun 10 tahun terakhir, Kapanewon/Kecamatan Depok kehilangan lahan lebih dari 20 persen lahan pertanian akibat pembangunan kawasan perkotaan.

Fakta ini menjadi tantangan serius bagi kita semua, oleh karena itu pemanfaatan pekarangan adalah solusi nyata agar lahan sempit yang tersisa tetap produktif.

Ini, bukan hanya soal menanam sayuran atau toga. Tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan, kami ingin Maguwoharjo menjadi contoh didaerah lain bagaimana kawasan urba tetap bisa mandiri pangan.

Lebih lanjut, Falak menerangkan laporan dari Kementerian Pertanian RI pada tahun 2022 yang menyebutkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan mampu memenuhi hingga 15 – 20 persen kebutuhan pangan rumah tangga perkotaan.

Selain itu, penelitian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2021 menunjukan bahwa program urba farming di Yogyakarta terbukti meningkatkan ketersediaan pangan sehat sekaligus memperkuat ikatan sosial antara warga. Dengan dasar itu, Pj Lurah menegaskan pemerintah Kalurahan akan memberikan pendampingan berkelanjutan. InsyaAllah kegiatan ini, tidak berhenti hanya sebatas lomba. Tetapi akan menjadi gerakan yang berkelanjutan, kami dari Kapanewon/Kecamatan Depok dan Kalurahan Maguwoharjo siap mendampingi seluruh program ketahanan pangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas,” tutup Falak.

” Sementara itu, Kepala Dukuh Sambego, Sarjono menuturkan bahwa ide lomba wajah RT berawal dari pengamatannya terhadap pekarangan warga yang kosong. Banyak rumah telah ditanami toga dan sayuran secara sederhana, namun belum tertata dengan baik.

Dari situlah ia menggagas lomba untuk menumbuhkan semangat bersama sekaligus memperingati HUT RI ke – 80. Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Lomba ini menjadi ajang memperkuat gotong royong dan kebersamaan, dengan pekarangan yang produktif, lingkungan menjadi bersih, sehat, tanpa genangan air, dan masyarakat lebih peduli pada ketahanan psngan. InsyaAllah, dengan kebersamaan ketahanan pangan di wilayah kami bisa terwujud,” ungkap Kepala Dukuh.

” Ketua TP PKK RT 06 RW 40, Isyanti menambahkan bahwa ibu – ibu berperan penting dalam menggerakkan kegiatan ini. Mereka membentuk Demplot (lahan percontohan) dan mengelola pekarangan secara swadaya.

Isyanti juga menerangkan kami membentuk Demplot (lahan percontohan) dan mengelola pekarangan pekarangan secara swadaya. Sebelum membuat Demplot, kami bermusyawarah terlebih dahulu. Dan semua pengerjaan dilakukan oleh ibu – ibu RT06, panen yang di dapat di masukan ke kas RT, sementara bibit kami peroleh baik dengan menyemai sendiri maupun membeli.

Harapan kami kegiatan ini tidak berhenti di lomba ini saja, tetapi terus berlanjut untuk mendukung kehidupan sehari – hari.

Gerakan pemanfaatan pekarangan di Sambego ini, membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah Kelurahan, Dukuh, dan masyarakat mampu menghasilkan program yang relevan dengan tantangan kawasan perkotaan. Di tengah semangkin sempitnya lahan pertanian, langkah sederhana dari pekarangan rumah justru menjadi kunci menjaga kemandirian pangan, kesehatan, dan kualitas lingkungan warga Maguwoharjo.**(Ags.)