Pekanbaru, Rakyat45.com – Dalam upaya memperkuat komitmen menuju predikat Kota Layak Anak (KLA), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Pekanbaru menggelar rapat koordinasi persiapan audit standardisasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Tengku Maharatu, Jalan Kerinci, Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh, pada Jumat (24/10/2025), dan dihadiri oleh berbagai instansi terkait.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI melalui Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak. Audit RBRA merupakan bagian penting dari proses penilaian KLA yang bertujuan memastikan seluruh ruang publik di Pekanbaru ramah, aman, dan nyaman bagi anak-anak.
Kabid Pemenuhan Hak Anak dan Kualitas Keluarga DP3APM Pekanbaru, Daryanis Febrihani, mengatakan audit RBRA akan menilai berbagai aspek penting, mulai dari keamanan dan kebersihan fasilitas bermain hingga aksesibilitas bagi anak-anak dan keluarga.
“Ruang bermain harus bebas dari potensi bahaya, memiliki pencahayaan yang cukup, tempat duduk yang memadai, dan ramah bagi semua anak termasuk penyandang disabilitas,” jelasnya.
Daryanis menjelaskan bahwa audit akan dilakukan langsung oleh tim dari KemenPPPA. Mereka akan meninjau secara menyeluruh setiap ruang publik yang digunakan anak-anak, termasuk taman kota dan area bermain di permukiman padat penduduk.
“Tim akan melihat apakah sarana bermain sudah sesuai standar RBRA yang ditetapkan dalam pedoman KLA. Hasilnya nanti akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemko Pekanbaru untuk melakukan pembenahan,” katanya.
Ia menambahkan, Pemko berharap seluruh perangkat daerah dapat bersinergi dalam mewujudkan ruang publik yang tidak hanya indah, tetapi juga aman, sehat, dan inklusif bagi anak-anak.
Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Langgeng, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan audit RBRA tersebut. Menurutnya, DLHK telah menjadwalkan kegiatan penataan dan perbaikan fasilitas taman kota sebagai bentuk kontribusi nyata.
“Salah satu fokus kami adalah memperbaiki area bermain di Taman Kaca Mayang dan Taman Tunjuk Ajar, yang akan dikerjakan awal pekan depan,” ujarnya.
Langgeng menyebut, tim lapangan dari Unit Bagian Jalan (UBJ) dan petugas kebersihan telah dikerahkan untuk memperbaiki infrastruktur taman agar sesuai standar keamanan anak.
“Untuk Taman Kaca Mayang, pengerjaan sudah hampir rampung, hanya tinggal sedikit pembenahan. Sedangkan Taman Tunjuk Ajar masih dalam proses perbaikan di beberapa titik,” jelasnya.
Langgeng menegaskan, penataan taman bukan hanya soal mempercantik kota, tetapi memastikan anak-anak dapat bermain dengan aman tanpa risiko cedera.
“Kami ingin menciptakan ruang bermain yang menarik dan edukatif, tetapi tetap mengutamakan keselamatan. Setiap peralatan akan dicek ulang agar tidak membahayakan,” tegasnya.
Dengan adanya audit dan penataan berkelanjutan ini, Pemko Pekanbaru berharap dapat meningkatkan kualitas ruang publik sekaligus memperkuat posisi kota dalam penilaian Kota Layak Anak 2025.












