Banner Website
Ekbis

Ekonomi Riau Menguat, Pemerintah Siapkan Pondasi Pembangunan 2026

124
×

Ekonomi Riau Menguat, Pemerintah Siapkan Pondasi Pembangunan 2026

Sebarkan artikel ini
Ekonomi Riau Menguat, Pemerintah Siapkan Pondasi Pembangunan 2026
Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto./r45/Ho-Diskominfo)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau menyatakan kondisi ekonomi daerah berada pada posisi yang stabil dan terus menguat menjelang penyusunan rencana pembangunan tahun 2026. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa berbagai indikator menunjukkan Riau memiliki landasan ekonomi yang kokoh untuk melanjutkan percepatan pembangunan.

Menurutnya, pemulihan ekonomi yang berlangsung beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil nyata. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi Riau pada triwulan III tahun 2025 yang mencapai 4,98 persen, naik dibanding triwulan sebelumnya di angka 4,59 persen.

“Tren ini menandakan perbaikan yang semakin konsisten dan menjadi modal kuat bagi kita untuk bergerak lebih cepat dalam pembangunan,” ujar SF Hariyanto dalam Rapat Paripurna DPRD Riau di Pekanbaru, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan, Riau masih menjadi salah satu pilar utama perekonomian di Pulau Sumatera. Kontribusi Riau terhadap PDRB regional mencapai 22,95 persen, sementara kontribusi bagi perekonomian nasional berada di angka 5,14 persen.

“Dengan capaian tersebut, posisi Riau dalam peta pembangunan nasional sangat strategis. Namun yang terpenting, angka-angka ini harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

SF Hariyanto menambahkan, status Riau sebagai provinsi dengan PDRB terbesar keenam di Indonesia dan terbesar kedua di luar Pulau Jawa menjadi bekal penting dalam merancang pembangunan daerah tahun depan. Karena itu, tema pembangunan Riau tahun 2026 ditetapkan sebagai “Perkuatan Pondasi Transformasi untuk Meningkatkan Daya Saing dan Ekonomi Inklusif Berkelanjutan.”

Tema tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam empat fokus utama, yakni transformasi sosial, transformasi tata kelola, transformasi ekonomi, serta pembangunan infrastruktur. Seluruhnya diarahkan untuk memastikan pembangunan berjalan menyeluruh dan adaptif terhadap dinamika ekonomi.

“Fokus pembangunan ini dirancang agar Riau tidak hanya tumbuh, tapi juga tangguh dalam menghadapi perubahan dan tantangan global,” jelasnya.

Selain mendorong peningkatan daya saing, pemerintah daerah juga menaruh perhatian besar pada stabilitas harga kebutuhan pokok. Pengendalian inflasi disebut menjadi salah satu agenda prioritas.

“Inflasi Riau pada tahun 2026 ditargetkan tetap berada di bawah 3 persen. Upaya ini dilakukan melalui penguatan pasokan, koordinasi melalui PPID, serta pengendalian harga pada momentum hari besar keagamaan agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkas SF Hariyanto.***