Banner Website
Nasional

Akses Darat Lumpuh, TNI AU Jadi Andalan Kirim Bantuan ke Aceh, Sumut dan Sumbar Lewat Lanud Roesmin Nurjadin

128
×

Akses Darat Lumpuh, TNI AU Jadi Andalan Kirim Bantuan ke Aceh, Sumut dan Sumbar Lewat Lanud Roesmin Nurjadin

Sebarkan artikel ini
Akses Darat Lumpuh, TNI AU Jadi Andalan Kirim Bantuan ke Aceh–Sumut–Sumbar Lewat Lanud Roesmin Nurjadin
Akses darat yang terputus di banyak titik membuat ribuan warga terisolasi dan pasokan logistik kian menipis. TNI Angkatan Udara bergerak cepat menjadikan jalur udara sebagai penyelamat terakhir. (R45/Ho-Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn))

Rakyat45.com, Pekanbaru – Krisis kemanusiaan akibat banjir besar dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat semakin meluas. Akses darat yang terputus di banyak titik membuat ribuan warga terisolasi dan pasokan logistik kian menipis. Dalam situasi kritis inilah, TNI Angkatan Udara bergerak cepat menjadikan jalur udara sebagai penyelamat terakhir.

Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn) ditetapkan sebagai pusat komando distribusi bantuan, menjadikannya titik paling vital untuk memastikan setiap kiriman logistik dapat menjangkau wilayah terdampak yang kini sulit dicapai lewat perjalanan darat.

Kerusakan jalan akibat tanah longsor dan banjir membuat banyak daerah terjebak tanpa pasokan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya risiko kelangkaan pangan, air bersih, dan perlengkapan medis bagi warga.

Di tengah keterbatasan itu, operasi udara menjadi satu-satunya jalur yang masih bisa diandalkan untuk mempercepat distribusi bantuan. Lanud Rsn kemudian mengambil peran sebagai simpul penghubung seluruh upaya kemanusiaan lintas daerah dan instansi.

Setiap bantuan dari pemerintah pusat yang dikirim menggunakan pesawat C-130 Hercules dan CN-295 dari Lanud Halim—beserta bantuan dari pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan, kini dipusatkan di Posko Bantuan Bencana Alam Lanud Rsn.

Di sini, seluruh logistik dipilah berdasarkan tingkat urgensi, dikemas ulang jika diperlukan, lalu dipersiapkan untuk mengudara menuju wilayah paling kritis.

Dua helikopter H225M Caracal Skadron Udara 8 disiagakan penuh untuk menjangkau daerah-daerah yang terisolasi, termasuk perkampungan yang berada di lembah dan pegunungan yang sudah tak bisa ditembus kendaraan.

Tak hanya mendistribusikan bantuan, seluruh elemen Lanud Rsn juga menaikkan tingkat kesiapan operasi. Penanganan pesawat, kesiapan apron, area parkir pesawat, hingga proses bongkar muat logistik dipercepat agar setiap misi udara bisa berangkat dalam hitungan menit.

Kru udara, teknisi, hingga tim pendukung disebar sepanjang hari demi menjaga kelancaran operasi yang kini menjadi andalan masyarakat terdampak.

Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, menegaskan bahwa keselamatan warga di tiga provinsi tersebut menjadi prioritas utama.

“Kami menyiapkan seluruh elemen secara optimal. Misi kemanusiaan ini kami kerahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).

Dengan lumpuhnya jalur darat di berbagai titik, operasi udara oleh TNI AU kini menjadi harapan terbesar untuk menyalurkan bantuan secepat mungkin, sekaligus mempercepat pemulihan di wilayah bencana yang masih menghadapi keterisolasian.***