Rakyat45.com, Tapanuli Utara – Tim gabungan terus melakukan pencarian korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Utara. Hingga Sabtu (29/11/2025), Kepolisian Resor Tapanuli Utara mengonfirmasi penambahan delapan korban meninggal yang berhasil ditemukan oleh tim evakuasi.
Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak melalui Kasi Humas Aiptu Walpon Baringbing menyampaikan bahwa penemuan terbaru ini membuat total korban meninggal sementara meningkat menjadi 23 orang.
“Tim berhasil menemukan delapan jasad hari ini. Enam di antaranya adalah warga Rantau Parapat, yaitu Sumiati, Nerla Simanjuntak, Nurasiyah, Amelia Ashari, Uswatun Hasanah, dan Nurzanah. Sementara satu korban lainnya, Inri Laura Hutabarat, merupakan warga Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting,” kata Walpon.
Selain itu, tim gabungan juga telah mengevakuasi jasad Sahat Manalu (40), warga Desa Hutatua, Kecamatan Parmonangan, yang ditemukan pada pencarian malam sebelumnya.
Dengan ditemukannya delapan jasad tersebut, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang berkurang dari 36 menjadi 28 orang. Pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, dan BNPB.
Upaya evakuasi dilakukan di sejumlah titik rawan yang sulit dijangkau, termasuk area yang tertimbun material longsor dan akses yang terputus. Pihak kepolisian memastikan operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan.***












