Banner Website
Ekbis

Pemulihan 707 BTS Hidupkan Kembali Aktivitas Ekonomi di Aceh–Sumut–Sumbar

234
×

Pemulihan 707 BTS Hidupkan Kembali Aktivitas Ekonomi di Aceh–Sumut–Sumbar

Sebarkan artikel ini
Pemulihan 707 BTS Hidupkan Kembali Aktivitas Ekonomi di Aceh–Sumut–Sumbar

Rakyat45.com, Jakarta – Pemulihan layanan telekomunikasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat membawa angin segar bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Setelah bencana banjir dan longsor memutus ribuan jaringan telekomunikasi, sebanyak 707 menara Base Transceiver Station (BTS) berhasil kembali beroperasi dalam 24 jam terakhir.

Kembalinya jaringan ini membuat konektivitas warga, termasuk pelaku usaha kecil, pedagang daring, hingga layanan pembayaran digital mulai pulih secara bertahap.

Hingga Sabtu (29/11/2025) pukul 00.00 WIB, dari 2.463 BTS yang sebelumnya lumpuh, sebanyak 707 titik telah kembali aktif. Sebaran pemulihan mencakup Aceh (564 menara), Sumatra Utara (112 menara), dan Sumatra Barat (31 menara).

Meski demikian, 1.756 BTS masih dalam tahap penanganan. Infrastruktur ini mayoritas berada di daerah dengan intensitas bencana paling parah, sehingga proses pemulihannya membutuhkan waktu lebih lama.

Gangguan jaringan sebelumnya menyebabkan aktivitas jual beli digital stagnan, layanan perbankan bergerak lambat, dan komunikasi antar-sentra ekonomi terganggu. Dengan mulai pulihnya jaringan, denyut ekonomi warga kembali terasa.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkapkan bahwa percepatan perbaikan BTS dilakukan melalui koordinasi dengan seluruh operator seluler. Langkah yang dilakukan antara lain, perbaikan perangkat inti jaringan, pemulihan pasokan listrik, perbaikan tower dan perangkat yang terdampak banjir dan longsor, optimalisasi jaringan darurat di beberapa titik prioritas ekonomi.

Kemkomdigi menegaskan bahwa stabilnya telekomunikasi merupakan infrastruktur penopang ekonomi modern, terutama bagi UMKM yang bergantung pada layanan digital.

Selain BTS, jalur backbone telekomunikasi yang menjadi tulang punggung koneksi internet antarkota juga mulai pulih. Ruas Rantau–Padang Sidempuan serta Sibolga–Barus–Manduamas di Sumatra Utara telah kembali aktif setelah sebelumnya putus akibat longsor.

Jalur Banda Aceh–Bireuen dan Samalanga juga berhasil dinormalkan. Pulihnya backbone mempercepat aliran data, sehingga mendukung transaksi digital, logistik, hingga komunikasi antar-instansi penanggulangan bencana.

Dengan konektivitas yang semakin membaik, pemerintah berharap aktivitas ekonomi di daerah terdampak dapat berangsur pulih. Komunikasi yang kembali lancar akan membantu distribusi bantuan, memulihkan rantai pasok, serta menggerakkan kembali transaksi UMKM dan pelaku usaha lokal.

Pemulihan lanjutan ditargetkan terus dilakukan hingga seluruh menara BTS yang terdampak kembali berfungsi optimal.***