Ekonomi

Pasokan Terganggu Akibat Bencana, Harga Cabai di Riau Tembus Rp150 Ribu per Kg

100
×

Pasokan Terganggu Akibat Bencana, Harga Cabai di Riau Tembus Rp150 Ribu per Kg

Sebarkan artikel ini
Harga Cabai Merah Tembus Rp100 Ribu, Pemko Pekanbaru Gelar Pasar Murah Tekan Inflasi
Harga Cabai Merah dipasar pagi Arengka Tembus Rp100 Ribu. /Rakyat45.com/Made

Rakyat45.com, Pekanbaru – Harga cabai di sejumlah pasar di Kota Pekanbaru kembali meroket hingga menyentuh Rp150 ribu per kilogram setelah pasokan dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh terganggu akibat bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM Riau, Taufik OH, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai sudah terjadi beberapa hari terakhir. Cabai yang sebelumnya dijual di kisaran Rp40–60 ribu per kilogram, kini melonjak drastis hingga tiga kali lipat.

“Dari pantauan kita di sejumlah pasar, harga cabai awalnya naik bertahap menjadi Rp130–140 ribu. Namun mulai hari ini sudah tembus Rp150 ribu per kilogram,” jelas Taufik, Minggu (30/11).

Menurutnya, lonjakan harga ini disebabkan stok yang mulai menipis. Akses jalan dari daerah pemasok utama—Sumbar, Sumut, dan Aceh—terputus akibat bencana, sehingga distribusi terhambat dan pasokan ke Riau berkurang drastis.

Untuk menahan kenaikan harga lebih tinggi, Pemprov Riau telah berkoordinasi dengan pengelola pasar induk guna mendatangkan cabai dari daerah lain, termasuk Jawa dan Jambi. Namun jumlahnya belum mampu menutupi kebutuhan sebesar pasokan dari Sumbar dan Sumut.

“Kita sudah menjalin komunikasi dengan pemasok dari Brebes, Jawa, dan beberapa daerah lain. Cabai dari Jawa sebenarnya masuk, tapi tidak sebanyak kiriman rutin dari Sumbar dan Sumut,” ujar Taufik.

Ia memperkirakan kenaikan harga masih akan berlangsung selama proses pemulihan pascabencana berlangsung, mengingat jalur distribusi antarprovinsi belum sepenuhnya pulih.

Berbeda dengan cabai, sejumlah bahan pokok lain seperti beras, minyak goreng, dan telur masih berada pada harga normal. Taufik memastikan stok beras dari Bulog dan distributor lokal aman hingga akhir tahun, bahkan menjelang hari besar keagamaan pada tahun depan.

“Untuk beras dan minyak goreng, stok aman. Memang pasokan beras dari Sumbar sedikit terganggu, tetapi distributor lokal masih mampu mencukupi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Warga Pekanbaru, Diana, mengaku kaget karena kenaikan harga cabai terjadi sangat cepat dalam tiga hari terakhir.

“Biasanya harga naik sedikit-sedikit, ini langsung melonjak. Walaupun kita paham ada bencana, tetap saja berat bagi masyarakat,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera menemukan solusi agar pasokan kembali normal dan harga tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

“Kalau bisa, datangkan cabai dari daerah lain. Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan pedagang nakal,” ujarnya.

Lonjakan harga cabai ini menjadi perhatian masyarakat Riau yang berharap agar harga kebutuhan pokok kembali stabil menyusul proses perbaikan akses distribusi di wilayah terdampak bencana.***