Rakyat45.com, Bengkalis – Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis menggelar Seminar Internasional Sosio Ekonomi dan Budaya Melayu pada Jumat, 28 November 2025. Agenda yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menghadirkan pembicara dari Indonesia dan Malaysia serta mendapat sambutan antusias ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, dan mitra institusi.
Acara turut dihadiri oleh Rektor ISNJ Bengkalis Dr. Khodijah Ishak, Wakil Rektor I Zakaria Batu Bara, Ketua Lembaga Bahasa Melayu (LBM) Melaka Malaysia Datuk Abu Bakar, Kepala Bank Riau Kepri Syariah KCP Bengkalis Badraini, Kepala Disdakperin Bengkalis Zulfan, Wakil Ketua BAZNAS Bengkalis Risman Hambali, serta perwakilan komunitas kreatif seperti Gekrafs DPC Bengkalis dan Bengkalis Creative Network (BCN). Mahasiswa dari UiTM Melaka juga ikut berpartisipasi.
Dalam sambutannya, Rektor ISNJ Dr. Khodijah Ishak menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran LBM Melaka yang dinilai menjadi langkah penting membangun jejaring akademik lintas negara.
“Kerja sama ini menjadi pintu bagi penguatan kajian budaya dan ekonomi Melayu. Kami berharap kolaborasi Indonesia–Malaysia semakin kokoh, khususnya dalam pengembangan pendidikan dan riset,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sejarah panjang Melayu—yang dikenal sebagai penghubung perdagangan antara Cina, India, Arab, hingga Nusantara—menunjukkan kemampuan masyarakat Melayu dalam membangun peradaban ekonomi yang maju. Namun, untuk menghidupkan kembali kejayaan tersebut, diperlukan sinergi kawasan serumpun dalam memperkuat pendidikan, industri halal, budaya lokal, dan kerja sama ekonomi modern.
Sejumlah tokoh hadir sebagai pemateri, di antaranya, Dr. H. Muhammad Isa Selamat, Ketua Yayasan Bangun Insani, H. Zaid Md Saman, Perwakilan Lembaga Bahasa Melayu, Badraini, Kepala Bank Riau Kepri Syariah KCP Bengkalis, Muhammad Fadhil Junery, Wakil Rektor II ISNJ Bengkalis, Nurmahadi, Kaprodi Akuntansi Syariah ISNJ Bengkalis.
Para narasumber membahas beragam isu, mulai dari penguatan ekonomi berbasis budaya Melayu, integrasi ekonomi syariah, hingga strategi memaksimalkan potensi ekonomi regional seperti sektor perikanan, pertanian, dan industri kreatif.
Seminar ini tidak hanya menyoroti peluang ekonomi, tetapi juga menekankan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap akar budaya Melayu sebagai fondasi pembangunan ekonomi masa depan.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan terkait peradaban Melayu serta perannya dalam dinamika ekonomi di tingkat ASEAN dan global.***












