Banner Website
Ekbis

Sleman Kirim Satu Ton Cabai ke Riau, Strategi Jaga Harga Jelang Nataru

181
×

Sleman Kirim Satu Ton Cabai ke Riau, Strategi Jaga Harga Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini
Teks foto; Ade Putra Daulay (kanan), Direktur Operasional PT. Riau Pangan Bertuah, menerima pasokan cabai dari Ardhi Prasetyo (kiri), Direktur Utama PT. Petani Milenial Sleman, sebagai langkah stabilisasi harga cabai menjelang Nataru. Gambar diambil Minggu malam, (30/11/2025)/R45/Ags.w.

Sleman, Rakyat45.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, pasokan cabai merah keriting menjadi perhatian utama bagi pemerintah, dan pelaku pasar.

PT. Petani Milenial Sleman (PMS), bersama Pengurus Pusat Himpunan Masyarakat Agribisnis (PPHM), dan Champion Cabai Indonesia, hari ini menegaskan komitmen mereka untuk memastikan ketersediaan cabai tetap lancar dan harga tetap terjangkau.

Langkah nyata dari kolaborasi ini terlihat dari pengiriman perdana satu ton cabai merah keriting yang dipesan oleh PT. Riau Pangan Bertuah, BUMD pangan Provinsi Riau. Pengiriman ini menjadi tanda awal kerja sama strategis multi-pihak dalam menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Direktur Utama PT. Petani Milenial Sleman, Ardhi Prasetyo, menyampaikan bahwa upaya ini tidak hanya soal memenuhi permintaan pasar. “Ini bagian dari strategi membangun rantai pasokan yang efisien, menekan biaya logistik, dan memastikan petani mendapatkan harga yang layak. Cabai merah keriting merupakan salah satu komoditas utama yang mempengaruhi inflasi menjelang Nataru, terutama di Pekanbaru,” jelas Ardhi, Minggu (30/11/2025), malam.

Ardhi menegaskan, kolaborasi ini membuktikan kesiapan petani Sleman yang didukung penuh oleh PPHM dan Champion Cabai Indonesia. “Kami menjamin cabai yang dikirim berkualitas terbaik, volume terjaga, sehingga harga di tingkat konsumen tetap wajar melalui PT. Riau Pangan Bertuah,” tambahnya.

Sambutan positif datang dari pihak pembeli. Direktur Operasional PT. Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menyatakan pengiriman cabai akan segera didistribusikan ke pasar tradisional dan ritel di Pekanbaru.

“Kami berterima kasih atas respon cepat dari PMS dan mitra pendukung. Fokus kami adalah menstabilkan harga cabai sehingga inflasi lokal tetap terkendali. Pengiriman ini akan dijadwalkan rutin ke depannya,” terang Ade.

Kerja sama ini bukan sekadar transaksi bisnis, melainkan model kemitraan BUMD dengan sentra produksi pertanian yang terorganisir. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi BUMD lain di Indonesia dalam menjalin kemitraan langsung dengan petani, sekaligus menjadi instrumen efektif meredam inflasi daerah.

Untuk informasi lebih lanjut, PT. PMS dapat dihubungi melalui kontak media: 0856-4314-6223.**