Banner Website
Politik

FKUB Riau Pantau Kerukunan di Siak, Pemerintah Daerah Komitmen Jaga Stabilitas Sosial

121
×

FKUB Riau Pantau Kerukunan di Siak, Pemerintah Daerah Komitmen Jaga Stabilitas Sosial

Sebarkan artikel ini
FKUB Riau Pantau Kerukunan di Siak, Pemerintah Daerah Komitmen Jaga Stabilitas Sosial
Upaya memperkuat stabilitas sosial dan keharmonisan antarumat beragama kembali menjadi perhatian serius Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau. Pada Senin (8/12/2025)./R45/Suhardi

Rakyat45.com, Siak – Upaya memperkuat stabilitas sosial dan keharmonisan antarumat beragama kembali menjadi perhatian serius Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau. Pada Senin (8/12/2025), jajaran FKUB Riau melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus monitoring kinerja FKUB Kabupaten Siak, dalam agenda evaluasi kerukunan daerah yang akan dilaporkan kepada Menteri Agama RI.

Pertemuan berlangsung di Zamrud Meeting Room, Komplek Rumah Rakyat Siak, dan dipimpin oleh Wakil Ketua FKUB Riau, Pdt. Frans PF Sirait, bersama unsur pengurus provinsi. Rombongan disambut langsung oleh Sekda Siak Mahadar, didampingi Wakil Ketua DPRD Siak Laiskar Jaya, Anggota DPRD Marudut Pakpahan, Ketua FKUB Siak H. Minto, Kepala Kemenag Siak Erizon Efendi, serta Waka Polres Siak Kompol Akira Ceria.

Dalam pertemuan tersebut, FKUB Riau menyampaikan apresiasi atas capaian Kabupaten Siak yang dinilai sukses menjaga kerukunan lintas agama. Minimnya gesekan sosial serta kuatnya komunikasi antar tokoh agama dinilai sebagai indikator bahwa program pemeliharaan kerukunan di Siak berjalan efektif.

Pdt. Frans Sirait menegaskan bahwa Siak layak dijadikan contoh daerah kondusif di Provinsi Riau.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja FKUB Siak dan Pemerintah Daerah. Siak merupakan daerah yang mampu menjaga kesejukan dan harmoni di tengah keberagaman. Ini bukti bahwa komunikasi lintas umat berjalan baik,” ujarnya.

Sekda Siak Mahadar menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar jargon, melainkan fondasi utama pembangunan daerah.
“Siak adalah wilayah dengan masyarakat yang beragam, tapi harmoni tetap terjaga. Semua ini adalah sinergi antara FKUB dan pemerintah daerah. Komunikasi antar umat, tokoh agama, dan masyarakat terus kita perkuat,” kata Mahadar.

Menurutnya, kehadiran FKUB Riau menjadi dukungan moral sekaligus evaluasi penting dalam menjaga stabilitas sosial yang menjadi modal kuat keberlanjutan pembangunan daerah.

Kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang diskusi strategis mengenai peran FKUB dalam merespons dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks. FKUB Riau menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah dalam mengantisipasi potensi gesekan, terutama di tengah momentum politik nasional.

Diskusi ditutup dengan penyusunan penguatan program kerja FKUB Siak ke depan, termasuk penguatan dialog lintas agama, pelibatan tokoh muda, dan peningkatan kapasitas FKUB dalam deteksi dini isu-isu kerawanan sosial.

Kunjungan FKUB Riau ini menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga instrumen penting dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan daerah, terutama di wilayah yang memiliki keragaman sosial tinggi seperti Kabupaten Siak.***