Banner Website
Daerah

Menyimak dari Lapangan, Elang Tiga Hambalang Pekanbaru Menata Ulang Kerja Sosial

150
×

Menyimak dari Lapangan, Elang Tiga Hambalang Pekanbaru Menata Ulang Kerja Sosial

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Ketua DPK Elang Tiga Hambalang Kota Pekanbaru, Muflihun, bersama jajaran pengurus, termasuk Zikri dan Rahmat Handayani, dalam pertemuan internal yang merumuskan arah kerja organisasi berbasis kehadiran langsung dan dialog dengan masyarakat, Pekanbaru, Senin (15/12/2025).

Pekanbaru, Rakyat45.com – Di balik rutinitas organisasi yang kerap dipenuhi rapat dan perencanaan, sebuah keputusan strategis diambil dengan orientasi yang lebih membumi.

Dewan Pimpinan Kota (DPK) Elang Tiga Hambalang Kota Pekanbaru memilih menggeser fokus kerja sosialnya dari ruang diskusi ke ruang hidup masyarakat, menjadikan realitas warga sebagai titik pijak utama.

Arah tersebut dibahas dalam rapat internal yang digelar beberapa hari lalu. Ketua DPK Elang Tiga Hambalang Kota Pekanbaru, Muflihun, memimpin langsung pertemuan yang dihadiri jajaran pengurus, di antaranya Zikri dan Rahmat Handayani, guna merumuskan langkah awal kepengurusan baru.

Kesepakatan yang dihasilkan tidak rumit, namun sarat makna: turun langsung ke lapangan, membuka ruang dialog tanpa sekat, serta menyerap kebutuhan warga secara apa adanya. Kecamatan Kulim ditetapkan sebagai titik awal, dengan agenda kunjungan dijadwalkan pada Selasa (16/12/2025).

Bagi Elang Tiga Hambalang, perjumpaan langsung dengan masyarakat bukan sekadar rutinitas organisasi. Pendekatan ini dipandang sebagai cara membaca persoalan secara jujur—mendengar keluhan dari sumbernya, memahami konteks sosial, dan membawa suara tersebut ke ruang pengambilan keputusan yang lebih luas.

Pengurus DPK Elang Tiga Hambalang Kota Pekanbaru, Rahmat Handayani, menyebut langkah tersebut sebagai wujud tanggung jawab sosial organisasi. Menurutnya, kerja sosial tidak berhenti pada perencanaan, tetapi diuji melalui keberanian hadir dan bertindak di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar berangkat dari kebutuhan warga. Bukan asumsi, bukan pula sekadar wacana,” ujar Rahmat kepada media, Senin (15/12/2025).

Selain dialog langsung, kunjungan ke masyarakat juga akan disertai penyaluran bingkisan sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial. Bukan pada besar kecilnya bantuan yang ditekankan, melainkan upaya membangun kedekatan serta kepercayaan dengan warga.

Langkah ini menandai orientasi kerja DPK Elang Tiga Hambalang Kota Pekanbaru yang memilih jalur senyap namun berdampak: hadir, mendengar, dan bertindak secara konsisten. Sebuah pendekatan yang menempatkan masyarakat bukan sebagai objek kegiatan, melainkan sebagai subjek utama dalam proses perubahan.**