Rakyat45.com, Indragiri Hilir – Ledakan hebat yang diduga berasal dari pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) mengguncang Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Jumat (2/12/2026) sore. Insiden tersebut memicu kebakaran besar yang belum berhasil dipadamkan hingga malam hari dan menyebabkan lumpuhnya jalur strategis Lintas Timur Jambi–Riau.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga lebih dari tiga jam kemudian, api masih terlihat membubung tinggi disertai semburan panas ekstrem yang terasa hingga ratusan meter dari lokasi kejadian. Kondisi ini membuat aparat belum dapat mendekati titik sumber ledakan.
Camat Kemuning, Raja Nurliatin, membenarkan situasi di lapangan masih belum aman. Ia menyebut api terus menyala dan berpotensi membahayakan warga sekitar.
“Kondisi belum terkendali, api masih aktif sejak sore,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek Kemuning Kompol M. Simanungkalit, SH, MH, menyampaikan berdasarkan informasi awal, ledakan kuat diduga berasal dari pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia yang merupakan afiliasi PT Pertamina.
“Untuk keselamatan, masyarakat dilarang mendekati lokasi dengan radius antara 500 meter hingga 1 kilometer. Suhu di sekitar titik ledakan masih sangat panas dan berisiko tinggi,” tegas Kapolsek.
Akibat kebakaran tersebut, arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur terpaksa dihentikan total. Kendaraan dari arah Jambi menuju Riau maupun sebaliknya tidak dapat melintas. Bahkan, beberapa kendaraan yang nekat mendekat dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat panas ekstrem, hingga bagian bodi kendaraan meleleh.
“Jalur lintas timur saat ini macet total. Kami minta pengendara tidak memaksakan diri melintas demi keselamatan,” tambah Kapolsek.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum dapat memastikan jumlah kerugian maupun adanya korban jiwa. Upaya pendataan dan penanganan masih terkendala karena kobaran api yang belum padam serta potensi gas yang masih keluar dari pipa.
Aparat juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya lanjutan, mengingat kondisi di sekitar lokasi masih sangat berisiko.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan dan pengawasan infrastruktur energi nasional, terutama jaringan pipa gas yang berada di dekat permukiman warga dan jalur transportasi vital. Publik pun menanti penjelasan resmi serta langkah tanggung jawab dari pihak perusahaan dan instansi terkait atas kejadian tersebut.***












