Banda Aceh, Rakyat45.com – Mengawali lembaran baru di tahun 2026, Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Provinsi Aceh bersiap melakukan perombakan total kepengurusan sebagai bagian dari langkah strategis pembaruan organisasi.
Agenda ini diproyeksikan menjadi fondasi penting dalam memperkuat persatuan, kekompakan, serta semangat kekeluargaan di internal IWOI Aceh, demi menghadirkan organisasi yang lebih solid dan progresif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ketua IWOI Aceh, Dimas KHS AMF, menegaskan bahwa perombakan tersebut bukan sekadar pergantian struktur, melainkan bagian dari pembenahan menyeluruh untuk mendorong kemajuan organisasi pers di Tanah Rencong.
“Memasuki awal tahun 2026, kami berkomitmen melakukan peremajaan dan perubahan besar di tubuh IWOI Aceh, baik di tingkat DPW maupun DPD. Ini adalah langkah serius untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik dan lebih kuat,” ujar Dimas dalam siaran persnya, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, proses perombakan kepengurusan direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, sebelum digelarnya agenda pelatihan jurnalis yang dijadwalkan berlangsung pada awal bulan Ramadan mendatang. Meski demikian, seluruh tahapan tetap akan ditempuh secara prosedural melalui koordinasi dan permohonan izin kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IWOI.
Sebagai bagian dari tahapan awal, Dimas menyebutkan bahwa pihaknya akan menyurati seluruh Ketua DPD IWOI di kabupaten dan kota se-Aceh. Langkah ini bertujuan untuk menegaskan kembali komitmen bersama dalam menjunjung tinggi nilai persaudaraan, persatuan, dan kekompakan sebagai pilar utama organisasi.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pengurus berada dalam satu frekuensi perjuangan. Rasa persaudaraan dan kebersamaan harus menjadi ikrar bersama demi kemajuan IWOI Aceh,” tegas Dimas.
Menurut Dimas, penguatan nilai persatuan merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara serius. Ia menilai, soliditas internal menjadi kunci agar organisasi dapat berjalan efektif dan mampu mencapai tujuan besarnya secara maksimal.
Lebih jauh, ia berharap IWOI Aceh ke depan dapat menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya jurnalis-jurnalis yang profesional, bertanggung jawab, serta memiliki integritas moral dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Perombakan ini kami lakukan semata-mata untuk memperkuat dan memajukan IWOI Aceh. Kami ingin seluruh pengurus menjadi jurnalis yang profesional, menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Tidak boleh ada ego sektoral atau kepentingan pribadi, karena kita adalah satu keluarga, satu tujuan satu untuk semua dan semua untuk satu,” tandasnya.
Ia pun menutup dengan menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap organisasi. Menurutnya, kepedulian kolektif seluruh pengurus menjadi kunci utama dalam menjaga marwah, kredibilitas, dan profesionalisme IWOI sebagai wadah pers yang dicintai bersama di Provinsi Aceh.**












