Bengkalis, Rakyat45.com – Bagi banyak orang, kopi mungkin hanya sekadar minuman pengusir kantuk. Namun bagi Defra Asriyanda, jurnalis sekaligus content creator yang lama berkutat di dunia media, kopi memiliki makna yang lebih personal. Ia adalah teman setia dalam proses kreatif menyertai saat merangkai naskah, menyusun skrip liputan, hingga menuntaskan proses penyuntingan video di balik layar.
Kini, kedekatan emosional itu menjelma menjadi langkah nyata. Defra memutuskan keluar sejenak dari rutinitas dunia jurnalistik untuk menapaki medan baru: merintis usaha minuman skala UMKM di sektor food and beverage (FnB). Dengan merek “Nugas Drink”, ia menghadirkan konsep sederhana namun penuh kesadaran akan gaya hidup generasi muda.
Nugas Drink menyasar mahasiswa, pelajar, hingga pekerja kantoran kelompok yang akrab dengan tekanan tugas, deadline, dan ritme kerja yang padat. Bagi Defra, segelas minuman bukan hanya pelepas dahaga, melainkan ruang jeda yang mampu menyegarkan pikiran, memantik ide kreatif, dan menghadirkan ketenangan di tengah kesibukan akademik maupun profesional, termasuk saat berjibaku dengan skripsi dan pekerjaan kantor.
Memulai bisnis FnB tentu bukan perkara mudah. Terlebih bagi seseorang yang bertahun-tahun terbiasa berlari mengejar narasumber dan berpacu dengan tenggat waktu redaksi. Namun Defra melihat tantangan itu sebagai bagian dari proses belajar. Ia percaya, kreativitas dan kepekaan yang diasah selama berkarier di dunia jurnalistik dan konten digital justru menjadi modal berharga.
“Sebagai jurnalis dan content creator, saya sering melihat bagaimana UMKM lain bertumbuh. Banyak kreator yang memulai dari gerobak kecil, lalu berkembang besar. Dari situ saya berpikir, kenapa saya tidak mencoba?” ujar Defra, Sabtu (3/1/2026), kepada Rakyat45.com.
Pemikiran itulah yang kemudian mendorongnya membangun usaha minuman rumahan dengan konsep sederhana namun digarap secara serius: harga terjangkau tanpa mengorbankan kualitas rasa.
Di lapak yang masih beroperasi dalam skala kecil, Defra menghadirkan sejumlah varian minuman yang akrab di lidah anak muda. Mulai dari Dalgona Coffee yang sempat viral pada 2022–2023 hingga aneka fruit tea dan ice syrup dengan rasa manis dan menyegarkan.
“Soal harga, saya ingin semua orang bisa beli tanpa harus berpikir panjang,” tuturnya. Minuman di Nugas Drink dibanderol mulai dari Rp8.000 hingga Rp15.000, harga yang tergolong ramah di kantong untuk kategori minuman kekinian.
Meski masih berada di tahap awal, Defra tak menutup ambisi besarnya. Ia berharap Nugas Drink dapat tumbuh, dikenal luas, dan suatu hari menjadi merek minuman yang berdiri kokoh dengan identitasnya sendiri. Lebih dari sekadar tempat nongkrong, ia ingin menghadirkan ruang yang sarat dengan produktivitas positif bagi para pelanggannya.
“Ini memang masih kecil, tapi saya ingin ini jadi langkah awal. Ke depan, saya berharap bisa membuka beberapa cabang di kota lain, termasuk di Pekanbaru,” ungkapnya optimistis.
Bagi Defra, bisnis ini bukan semata soal keuntungan. Ia memandangnya sebagai bentuk eksplorasi kreativitas, sekaligus upaya menghadirkan alternatif minuman kopi dan non-kopi bagi anak muda. Meski menekuni dunia FnB, ia menegaskan tetap berkomitmen untuk terus berkarya di bidang komunikasi dan media digital.
Dengan modal tekad kuat, kecintaan pada kopi, serta pengalaman panjang di dunia media, langkah Defra di industri FnB mungkin baru dimulai.
“Namun seperti halnya dalam jurnalisme, ia meyakini bahwa setiap perjalanan besar selalu berawal dari satu cerita kecil, dan kisah itu kini tengah ia tulis, seteguk demi seteguk.” tuturnya**












