Rakyat45.com, Selatpanjang Seorang Anak Buah Kapal (ABK) dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat kapal penangkap ikan beroperasi di perairan Kabupaten Bengkalis. Hingga Senin (5/1/2026), Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian intensif di tengah tantangan arus laut dan cuaca yang berubah-ubah.
Korban diketahui bernama Rapat (38), warga asal Sungai Raya yang menetap di Batu Besar, Nongsa, Kepulauan Riau. Ia merupakan ABK KM Makmur Jaya 89 yang tenggelam ke laut saat sedang menjaring ikan pada Minggu (4/1/2026).
Menurut keterangan nahkoda kapal, Muslim, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba. Saat kapal berada di titik operasi penangkapan ikan dan diawaki empat kru, korban diduga kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke laut lepas. Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh rekan korban, namun derasnya arus membuat korban dengan cepat menghilang dari pandangan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Tim SAR Gabungan langsung diterjunkan. Operasi melibatkan unsur Basarnas, BPBD, Polairud Kepulauan Meranti, serta TNI AL Bengkalis. Wilayah pencarian diperluas hingga perairan Meranti karena lokasi kejadian berada di zona perbatasan laut kedua daerah.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mewakili Kepala Basarnas Pekanbaru, membenarkan pihaknya menerima permintaan bantuan pencarian.
“Karena lokasi kejadian berdekatan dengan wilayah Meranti, kami langsung bergabung dalam operasi. Personel sudah berada di lapangan sejak pagi,” ujar Prima kepada Rakyat45.com.
Ia menjelaskan, pencarian difokuskan pada penyisiran permukaan laut berdasarkan titik terakhir korban terlihat (Last Known Position/LKP). Tim juga melakukan analisis pola arus laut untuk memprediksi kemungkinan pergerakan korban.
“Kami menyinergikan seluruh unsur, baik armada laut maupun personel, agar pencarian berjalan maksimal. Namun kondisi cuaca dan arus laut yang tidak stabil menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.
Meski demikian, operasi pencarian akan tetap dilanjutkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) SAR, yakni hingga tujuh hari ke depan apabila korban belum ditemukan.
“Kami berharap cuaca membaik dan proses pencarian diberi kelancaran. Doa kami bersama keluarga korban agar Rapat segera ditemukan,” tambah Prima.
Hingga Senin sore, korban masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan tetap bersiaga dan aktif berkoordinasi dengan nelayan serta kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian untuk memperluas informasi dan peluang pencarian.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan kerja nelayan dan ABK di laut, serta pentingnya perlengkapan keselamatan saat beraktivitas di perairan terbuka.***












