Nasional

Prabowo Kumpulkan Menteri Awal 2026, Tekankan Kemandirian dan Swasembada Pangan

39
×

Prabowo Kumpulkan Menteri Awal 2026, Tekankan Kemandirian dan Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Prabowo Kumpulkan Menteri Awal 2026, Tekankan Kemandirian dan Swasembada Pangan
Tangkapan Layar Youtube Setpres,Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar taklimat nasional awal tahun 2026, Selasa (6/1/2026)./R45/Info Publik

Rakyat45.com, Bogor – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar taklimat nasional awal tahun 2026 dengan mengumpulkan jajaran menteri kabinet dan pimpinan lembaga negara. Kegiatan tersebut berlangsung di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Pertemuan strategis ini menjadi ajang evaluasi menyeluruh atas kinerja pemerintahan sepanjang 2025, sekaligus penegasan arah kebijakan nasional menghadapi tantangan tahun 2026 yang dinilai semakin kompleks.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh bekerja secara rutinitas semata, melainkan harus memahami secara utuh kondisi bangsa, baik dari sisi global maupun persoalan domestik, termasuk bencana alam yang melanda sejumlah daerah.

“Bangsa ini sedang diuji. Bencana yang terjadi di Aceh serta beberapa wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi pengingat bahwa negara harus selalu hadir, sigap, dan kuat,” ujar Presiden.

Menurut Prabowo, berbagai cobaan tersebut justru membuktikan daya tahan Indonesia sebagai bangsa besar yang mampu bertahan di tengah tekanan global dan krisis multidimensi.

“Indonesia bukan negara yang rapuh. Kita punya kekuatan yang nyata, bisa diukur, dan dirasakan langsung oleh rakyat. Ini adalah modal besar kita,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari menteri koordinator, menteri, kepala lembaga, hingga aparat TNI, Polri, dan Kejaksaan. Ia menilai capaian nasional tidak akan tercapai tanpa kepemimpinan yang berani, cepat mengambil keputusan, dan berpihak pada rakyat.

“Pemimpin tidak boleh hanya menunggu arahan teknis. Ia harus paham visi besar negara dan berani bertindak demi kepentingan rakyat,” katanya.

Isu utama yang kembali ditekankan Presiden Prabowo dalam taklimat tersebut adalah kemandirian nasional, khususnya di sektor pangan. Ia menegaskan bahwa transformasi bangsa yang dijanjikan kepada rakyat harus diwujudkan melalui kebijakan nyata, bukan sekadar wacana.

“Kemandirian adalah inti dari transformasi bangsa. Dan kemandirian itu dimulai dari pangan,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa tidak ada negara yang benar-benar merdeka jika masih bergantung pada impor bahan pangan strategis. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan swasembada pangan secara menyeluruh, tidak terbatas pada beras.

“Swasembada pangan mencakup beras, jagung, singkong, hingga sumber protein. Karbohidrat dan protein adalah fondasi ketahanan bangsa,” tegasnya.

Melalui taklimat awal tahun ini, Presiden Prabowo memastikan bahwa pemerintahan 2026 akan bergerak lebih agresif dalam memperkuat ketahanan nasional, mempercepat transformasi ekonomi, dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, serta berdaya saing tinggi di tingkat global.***