Nasional

TNI AU Alihkan Hawk 109/209 dari Pekanbaru ke Pontianak, Rafale Segera Masuk Riau

55
×

TNI AU Alihkan Hawk 109/209 dari Pekanbaru ke Pontianak, Rafale Segera Masuk Riau

Sebarkan artikel ini
TNI AU Alihkan Hawk 109/209 dari Pekanbaru ke Pontianak, Rafale Segera Masuk Riau
Prosesi tradisi pelepasan berlangsung di Apron Base Ops Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (7/1/2026), dan menjadi penanda penting dalam penataan kekuatan udara nasional. (R45/Md/Ho-Lanud Roesmin Nurjadin)

Rakyat45.com, Pekanbaru – TNI Angkatan Udara resmi mengalihkan operasional pesawat tempur Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, ke Skadron Udara 1 Lanud Supadio, Pontianak. Langkah ini menjadi bagian dari penataan kekuatan udara nasional sekaligus persiapan modernisasi alutsista TNI AU.

Prosesi tradisi pelepasan digelar di Apron Base Ops Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (7/1/2026), dan dipimpin langsung Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto selaku inspektur upacara.

Upacara tersebut dihadiri Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, jajaran pejabat Koopsau, Danwing Udara 3.1, para komandan satuan, serta seluruh personel Skadron Udara 12. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan sarat makna.

Tradisi militer diawali dengan laporan perwira upacara, penghormatan pasukan, hingga penandatanganan serta penyerahan dokumen pesawat sebagai simbol resmi alih satuan. Suasana haru menyertai prosesi tersebut, mengingat Hawk 109/209 telah lama menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Skadron Udara 12 di Bumi Lancang Kuning.

Dalam amanatnya, Pangkoopsau menegaskan bahwa pelepasan pesawat bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan TNI AU terhadap alutsista yang telah menjalankan tugas negara sekaligus simbol kesinambungan pengabdian antar satuan.

“Hawk 109/209 memiliki peran penting dalam menjaga kesiapsiagaan pertahanan udara serta membentuk kemampuan tempur para penerbang. Rekam jejak pengabdiannya di Pekanbaru akan menjadi bagian dari sejarah satuan,” tegas Djoko Hadipurwanto.

Ia juga menekankan bahwa setiap jam terbang pesawat tersebut merupakan hasil kerja keras dan profesionalisme para penerbang, teknisi, serta seluruh personel pendukung yang senantiasa menjunjung tinggi keselamatan terbang dan kerja.

Pemindahan Hawk 109/209 ke Lanud Supadio diharapkan mampu memperkuat kesiapan operasional Skadron Udara 1 dalam menjaga wilayah udara nasional, khususnya di kawasan Kalimantan dan sekitarnya. Kebijakan ini sejalan dengan strategi Koopsau dalam mengelola kekuatan udara secara adaptif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris menyebut pelepasan pesawat tersebut sebagai momen emosional sekaligus tonggak transisi kekuatan udara di Pekanbaru.

“Pesawat ini telah mengukir sejarah panjang pengabdian. Ada rasa haru saat melepasnya, namun juga kebanggaan karena Skadron Udara 12 akan segera memasuki fase baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, Lanud Roesmin Nurjadin dalam waktu dekat akan diperkuat dengan kehadiran pesawat tempur Rafale yang dijadwalkan tiba pada akhir Januari 2026. Kehadiran alutsista modern tersebut diharapkan semakin meningkatkan daya tangkal dan kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara.***