Banner Website
Daerah

Mangrove Pulau Bengkalis Jadi Magnet Global, Inspirasi Perlindungan Alam Indonesia

137
×

Mangrove Pulau Bengkalis Jadi Magnet Global, Inspirasi Perlindungan Alam Indonesia

Sebarkan artikel ini
Rombongan Global Mangrove Alliance (GMA) Indonesia Chapter antar negara, yang hadir untuk pertukaran pembelajaran perlindungan dan rehabilitasi mangrove di Desa Teluk Pambang, Rabu, (4/2/2026)./R45/Indra.

Bantan, Rakyat45.com – Pulau Bengkalis kembali mencuri perhatian dunia berkat konservasi mangrove yang dilakukan masyarakat Desa Teluk Pambang. Rabu, 4 Februari 2026, Camat Bantan Rafli Kurniawan bersama Pj. Kepala Desa Teluk Pambang Sariyono menyambut hangat rombongan Global Mangrove Alliance (GMA) Indonesia Chapter antar negara, yang hadir untuk pertukaran pembelajaran perlindungan dan rehabilitasi mangrove.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Local Knowledge Exchange dalam mendukung “Country Proposition Indonesia” di Bengkalis, yang menyoroti keberhasilan konservasi mangrove sebagai model internasional. Acara dibuka resmi oleh Camat Bantan di Sekretariat LPHD Desa Teluk Pambang.

Rafli menegaskan, kehadiran delegasi internasional di Teluk Pambang bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan atas kerja keras masyarakat lokal, khususnya kelompok peduli mangrove.

“Upaya pelestarian mangrove di sini telah menjadi sorotan global. Desa kita hari ini menjadi lokasi pembelajaran konservasi mangrove tingkat internasional, dengan perwakilan empat negara hadir untuk bertukar ilmu,” ujar Rafli.

Penghargaan khusus juga disampaikan kepada Samsul Bahri, yang telah konsisten selama 25 tahun melindungi dan merehabilitasi hutan mangrove. Rafli berharap muncul regenerasi penerus yang meneruskan semangat pelestarian ini. “Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah, kelompok masyarakat, dan organisasi konservasi seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN),” tambahnya.

Pj. Kepala Desa Teluk Pambang, Sariyono, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada GMA Indonesia Chapter dan YKAN atas bimbingan dan kepercayaan memilih Teluk Pambang sebagai lokasi pertukaran pembelajaran. “Kami merasa terhormat menjadi bagian dari proyek konservasi ini,” katanya.

Tokoh masyarakat dan “Bapak Mangrove” Desa Teluk Pambang, Samsul Bahri, menahan haru saat menerima kunjungan delegasi internasional.

“Hari ini, mimpi saya selama 25 tahun menjaga mangrove terasa nyata. Semoga ada regenerasi penerus yang terus menjaga hutan mangrove,” ucapnya sambil mengusap air mata.

Perwakilan GMA Indonesia Chapter, Mr. Dominic Charles John Wodehouse, memuji keramahan masyarakat Teluk Pambang. “Kami sangat terhormat dengan sambutan hangat dan budaya lokal yang ditunjukkan. Desa ini adalah salah satu konservasi mangrove terbaik di Indonesia, dan kunjungan ini memberikan wawasan berharga bagi kolaborasi global,” kata Mr. Dom.

Rangkaian kegiatan kunjungan juga mencakup eksplorasi sejumlah titik konservasi mangrove, mulai dari usaha keripik Asyusra, kerupuk Empang Kurnia, kerajinan limbah kayu, budidaya kunang-kunang dan lebah madu, hingga penelusuran Sungai Kembung Luar dan blok 10 restorasi mangrove.

Country Proposition Indonesia merupakan salah satu inisiatif global “Mangrove Breakthrough” yang digagas GMA bekerja sama dengan UN Climate Change High-Level Champions, pemerintah, sektor swasta, dan donor. Targetnya: konservasi 15 juta hektare hutan mangrove di seluruh dunia melalui perlindungan, rehabilitasi, dan pengurangan degradasi mangrove.

Di Indonesia, GMA melibatkan Wetlands International, YKAN, Konservasi Indonesia, dan WWF Indonesia. Pada 2025, kolaborasi ini menghasilkan Country Proposition Indonesia, yang memuat strategi landscape partnership, mekanisme pendanaan, dialog kebijakan, peningkatan kapasitas, dan implementasi perlindungan mangrove.

Acara dihadiri Kepala UPT KPH Bengkalis Muhammad Padli, PSDKP Wilayah II Eldy Saputra, perwakilan Diskominfo Bengkalis, kepala desa se-Kecamatan Bantan, Ketua Bahtera Melayu, LAM-R Bengkalis, Forkopincam, serta delegasi GMA internasional dan Indonesia Chapter. Pertemuan ini menegaskan posisi Desa Teluk Pambang sebagai pusat konservasi mangrove yang menjadi kebanggaan lokal sekaligus sorotan dunia.**