Banner Website
Ragam

Mandat untuk Alam: PeHR Perluas Gerakan Hijau di Bengkalis

142
×

Mandat untuk Alam: PeHR Perluas Gerakan Hijau di Bengkalis

Sebarkan artikel ini
Ketua Persatuan Hijau Riau bersama Muhammad Alfindra, penerima mandat Persatuan Hijau Riau Kabupaten Bengkalis, memperlihatkan surat mandat usai prosesi penyerahan di Kantor PeHR Pekanbaru, Minggu malam (7/2/2026)./R45/Indra.

Pekanbaru, Rakyat45.com – Komitmen memperkuat gerakan lingkungan di Riau kembali ditegaskan melalui langkah organisatoris yang strategis. Ketua Umum Persatuan Hijau Riau (PeHR), Hengky Primana, secara resmi menyerahkan surat mandat pembentukan Persatuan Hijau Riau tingkat Kabupaten Bengkalis kepada Muhammad Alfindra, dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Kantor PeHR Pekanbaru, Minggu malam, 7 Februari 2026.

Penyerahan mandat tersebut menjadi penanda penting konsolidasi internal PeHR, sekaligus mencerminkan keseriusan organisasi dalam membawa agenda lingkungan hidup ke tingkat yang lebih dekat dengan masyarakat.

Melalui penguatan struktur hingga kabupaten dan kecamatan, PeHR berupaya memastikan bahwa visi pelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan tidak berhenti sebagai gagasan, melainkan menjelma menjadi gerakan nyata di lapangan.

Mandat yang diamanahkan kepada Muhammad Alfindra memuat tanggung jawab strategis, mulai dari konsolidasi organisasi, pembentukan kepengurusan, hingga pengembangan jejaring Persatuan Hijau Riau di Kabupaten Bengkalis secara luas dan berkesinambungan.

Upaya tersebut diharapkan melibatkan spektrum elemen masyarakat, termasuk tokoh lokal, komunitas lingkungan, akademisi, dan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap masa depan ekologi daerah.

Hengky Primana menegaskan bahwa mandat tersebut bukan sekadar penugasan struktural, melainkan amanah moral yang menuntut integritas, tanggung jawab, dan kerja kolektif yang berkesinambungan.

Menurutnya, Persatuan Hijau Riau Bengkalis harus mampu hadir sebagai suara nurani lingkungan, sekaligus mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam merawat keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

“Persatuan Hijau Riau tidak boleh hanya menjadi simbol organisasi, tetapi harus menjelma menjadi gerakan yang hidup di tengah masyarakat. Kita ingin mendorong kesadaran publik, memperkuat advokasi lingkungan, serta memastikan setiap arah pembangunan daerah tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan,” ujar Hengky Primana.

Sementara itu, Muhammad Alfindra menyatakan kesiapan penuh untuk mengemban amanah organisasi tersebut sebagai tanggung jawab kolektif demi masa depan lingkungan Bengkalis. Ia menegaskan bahwa mandat yang diterimanya akan dijalankan melalui pendekatan yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis pada kerja nyata di lapangan.

“Gerakan lingkungan hanya akan bermakna jika melibatkan masyarakat sebagai subjek utama perubahan. Kami ingin membangun Persatuan Hijau Riau Bengkalis sebagai ruang kolaborasi lintas elemen, yang melahirkan program-program konkret untuk menjaga alam sekaligus memperkuat kesadaran ekologis,” ujar Muhammad Alfindra.

Ia menambahkan, komitmen tersebut diarahkan untuk mendorong terwujudnya Bengkalis yang hijau, lestari, dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang adil bagi generasi hari ini dan masa depan.**