Banner Website
Nasional

Menaker Tekankan BLK Harus Antar Lulusan ke Dunia Kerja

171
×

Menaker Tekankan BLK Harus Antar Lulusan ke Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini
Menaker Tekankan BLK Harus Antar Lulusan ke Dunia Kerja
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa Balai Latihan Kerja (BLK) tidak boleh hanya berperan sebagai tempat pelatihan teknis dan pencetak sertifikat.Penegasan itu disampaikan Yassierli saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di BLK Lahat, Senin (9/2/2026). R45/Biro Humas Kemnaker

Rakyat45.com, Lahat – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa Balai Latihan Kerja (BLK) tidak boleh hanya berperan sebagai tempat pelatihan teknis dan pencetak sertifikat. Ia menilai, keberhasilan BLK justru diukur dari seberapa banyak lulusannya benar-benar terserap ke dunia kerja.

Penegasan itu disampaikan Yassierli saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di BLK Lahat, Senin (9/2/2026). Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan saat ini bukan semata peningkatan keterampilan, melainkan kesenjangan antara pelatihan dan penempatan kerja.

“Pelatihan tidak boleh berhenti di sertifikat. BLK harus memastikan peserta memiliki jalur masuk ke dunia kerja. Keterampilan harus berujung pada pekerjaan,” tegas Yassierli melalui surat tertulis Selasa (10/2/2026) kepada Rakyat45.com.

Ia menyoroti masih banyaknya lulusan pelatihan vokasi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan meski telah memiliki sertifikat kompetensi. Kondisi ini, kata dia, menjadi alarm bagi pengelola BLK untuk bertransformasi dan mengambil peran lebih strategis sebagai penghubung antara tenaga kerja dan industri.

Yassierli menjelaskan, idealnya BLK dijalankan dengan empat peran utama, yakni sebagai pusat pelatihan vokasi, pusat inovasi, pusat kewirausahaan, serta pusat peningkatan produktivitas. Jika keempat fungsi tersebut berjalan selaras, maka kualitas dan daya saing tenaga kerja akan meningkat secara signifikan.

Ia juga memaparkan pengalaman BLK yang dikelola langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Melalui pelatihan yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri, sekitar 70 persen lulusan BLK Kemnaker berhasil ditempatkan ke dunia kerja.

“Kunci utamanya ada pada pendampingan pascapelatihan. Pengantar kerja di Dinas Ketenagakerjaan harus aktif mengawal lulusan sampai mereka benar-benar bekerja, bukan dilepas begitu saja,” ujarnya.

Menaker mendorong agar pola tersebut diterapkan di BLK milik pemerintah daerah, termasuk di Kabupaten Lahat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Disnaker daerah dan dunia usaha agar pelatihan yang diberikan benar-benar relevan dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Yassierli menyebutkan bahwa pelaksanaan PBK di BLK Lahat mendapat dukungan hibah APBN berupa tujuh paket pelatihan. Bantuan tersebut diharapkan dimanfaatkan maksimal untuk memperkuat kualitas pelatihan sekaligus meningkatkan peluang kerja bagi peserta.

“Kami berkomitmen melanjutkan program ini secara bertahap. Akan ada batch kedua, ketiga, dan seterusnya. Harapannya, SDM Lahat tumbuh menjadi tenaga kerja unggul yang siap bersaing,” pungkasnya.***