Banner Website
Ekbis

Kemnaker-Shopee Siapkan Instruktur BLK Hadapi Ekonomi Digital Lewat Affiliate

18
×

Kemnaker-Shopee Siapkan Instruktur BLK Hadapi Ekonomi Digital Lewat Affiliate

Sebarkan artikel ini
Kemnaker-Shopee Siapkan Instruktur BLK Hadapi Ekonomi Digital Lewat Affiliate
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menggandeng Shopee Indonesia untuk membekali instruktur Balai Latihan Kerja (BLK) dengan keahlian affiliate marketing, salah satu sektor ekonomi digital yang dinilai cepat tumbuh dan mudah diakses masyarakat,Rabu (11/2/2026). /R45/Biro

Rakyat45.com, Bekasi – Upaya memperkecil kesenjangan keterampilan digital tenaga kerja terus diperkuat. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menggandeng Shopee Indonesia untuk membekali instruktur Balai Latihan Kerja (BLK) dengan keahlian affiliate marketing, salah satu sektor ekonomi digital yang dinilai cepat tumbuh dan mudah diakses masyarakat.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate yang digelar pada 11–13 Februari 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi. Sebanyak 100 instruktur BLK/BPVP dari berbagai provinsi mengikuti pelatihan intensif guna memperkuat kapasitas mereka sebagai pengajar keterampilan digital.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa transformasi BLK menjadi pusat pelatihan berbasis kebutuhan industri digital merupakan langkah strategis pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja adaptif.

“BLK tidak boleh tertinggal dari perubahan zaman. Melalui pelatihan ini, instruktur kami siapkan agar mampu mengajarkan keterampilan yang benar-benar menghasilkan peluang ekonomi, bukan sekadar teori,” kata Yassierli saat membuka kegiatan, Rabu (11/2/2026).

Menurut Yassierli, model affiliate marketing dipilih karena relatif fleksibel, minim modal, dan dapat dijalankan oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pencari kerja hingga pelaku usaha kecil.

Ia menegaskan, peran instruktur sangat menentukan keberhasilan program karena mereka akan menjadi penghubung langsung antara pelatihan dan masyarakat.

“Satu instruktur bisa melatih ratusan peserta. Jika keterampilan ini dimanfaatkan dengan baik, maka akan tercipta sumber penghasilan baru yang berdampak langsung pada ekonomi keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, mengatakan bahwa pelatihan ToT ini merupakan bagian dari komitmen Shopee dalam mendukung pengembangan talenta digital nasional, khususnya di daerah.

“Kami ingin keterampilan digital tidak hanya dinikmati di kota besar. Melalui instruktur BLK, pengetahuan tentang affiliate marketing dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat lokal,” jelas Radynal.

Para peserta ToT dibekali materi komprehensif oleh pengajar dari Kampus UMKM Shopee yang telah tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Materi tersebut dirancang agar mudah diterapkan dan dapat direplikasi di BLK masing-masing.

Shopee menargetkan hingga akhir 2026, sebanyak 1.000 peserta akan terlibat dalam rangkaian pelatihan Shopee Affiliate. Target ini diharapkan memperkuat kapasitas instruktur BLK sekaligus memperluas akses pelatihan keterampilan digital secara berkelanjutan.

Kemnaker menilai kolaborasi ini sejalan dengan upaya pemerintah menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.

“Sinergi pemerintah dan sektor swasta seperti ini penting agar masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dan mampu bersaing di era ekonomi digital,” pungkas Yassierli.***