Rakyat45.com, Bengkalis – Menjelang hadirnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, MTs YPPI Bengkalis menghadirkan ruang refleksi spiritual melalui kegiatan Tarhib Ramadhan yang digelar pada Selasa, 10 Februari 2026. Momentum ini menjadi penanda kesiapan lahir dan batin seluruh warga sekolah dalam menyambut bulan penuh keberkahan.
Sejak pagi hari, suasana religius telah menyelimuti halaman sekolah. Tepat pukul 07.00 WIB, seluruh majelis guru bersama siswa-siswi MTs YPPI Bengkalis memulai rangkaian kegiatan dengan melaksanakan shalat Dhuha berjamaah. Cahaya pagi yang lembut berpadu dengan kekhusyukan ibadah, menghadirkan nuansa ketenangan yang mendalam.
Rangkaian ibadah berlanjut dengan pembacaan Al-Matsurat dan Surah Yasin secara bersama-sama. Dipimpin oleh Putra Farinsyah, S.Sos., lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema, meneguhkan suasana spiritual sekaligus menenangkan hati para peserta.
Memasuki agenda inti, tausiah Tarhib Ramadhan disampaikan oleh Ustadz Suyendri, SQ., S.Sy. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh siswa dan tenaga pendidik untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh dalam menyongsong Ramadhan, tidak hanya secara ritual, tetapi juga secara moral dan sosial.
Ustadz Suyendri menekankan pentingnya kebersihan hati dan kesiapan batin sebagai fondasi utama menjalani ibadah di bulan suci. Ramadhan, menurutnya, merupakan ruang terbaik untuk memperbaiki diri, menata niat, serta menumbuhkan rasa syukur.
Ia juga berpesan agar siswa senantiasa menjaga keceriaan dalam beribadah, memperkuat silaturahmi, serta mengendalikan lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari esensi Ramadhan.
“Marilah kita saling memaafkan, membersihkan hati, dan memperbaiki hubungan dengan sesama agar Ramadhan dapat kita jalani dengan tenang, ikhlas, dan penuh keberkahan,” tutur Ustadz Suyendri.
Sejalan dengan pesan tersebut, Kepala MTs YPPI Bengkalis, Jumillia, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan Tarhib Ramadhan merupakan bagian dari ikhtiar sekolah dalam membentuk karakter religius peserta didik. Menurutnya, penyambutan Ramadhan harus dimaknai sebagai proses menyiapkan mental, akhlak, dan spiritual siswa secara berkelanjutan.
“Melalui Tarhib Ramadhan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada seluruh siswa bahwa Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan kedisiplinan ibadah, serta menumbuhkan sikap saling menghormati dan peduli terhadap sesama,” ujar Jumillia, kepada Rakyat45.com, Rabu, (11/2/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan seluruh unsur sekolah mulai dari guru hingga siswa menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai dan karakter.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh majelis guru dan siswa-siswi MTs YPPI Bengkalis tanpa terkecuali. Kebersamaan yang terbangun menjadi cermin kekompakan keluarga besar sekolah dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan makan bersama dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momen tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus kebersamaan, menegaskan nilai persaudaraan yang tumbuh di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan ini, MTs YPPI Bengkalis berharap seluruh warga sekolah dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih bermakna, penuh semangat, serta membawa perubahan positif bagi diri pribadi maupun lingkungan sekitar.**












