Banner Website
Ragam

GONG XI FA CAI! Hoki Mengalir ke Gerbong, KAI Daop 6 Yogyakarta Sulap Stasiun Jadi Panggung Imlek

28
×

GONG XI FA CAI! Hoki Mengalir ke Gerbong, KAI Daop 6 Yogyakarta Sulap Stasiun Jadi Panggung Imlek

Sebarkan artikel ini
Atraksi barongsai meriahkan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Stasiun Yogyakarta, digelar PT KAI Daop 6 Yogyakarta dan menarik perhatian penumpang serta wisatawan. Selasa (17/2/2026)./R45/Ags.w

Rakyat45.com, Yogyakarta – Pagi itu, Stasiun Yogyakarta tidak sekadar menjadi titik temu perjalanan. Ia menjelma ruang perayaan. Di antara jadwal keberangkatan dan suara peluit masinis, barongsai melompat lincah, liong berkelok mengikuti irama tambur, dan semburat merah keemasan menghidupkan atmosfer Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Apa yang biasanya identik dengan ketepatan waktu dan disiplin operasional, hari itu berubah menjadi panggung budaya yang memikat pelanggan, warga sekitar, hingga wisatawan dari kawasan Malioboro.

Daerah Operasi 6 Yogyakarta dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) memilih merayakan Imlek bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai pernyataan komitmen terhadap keberagaman. Atraksi barongsai dan liong digelar di Plaza Timur, Peron 3, hingga Hall Timur Stasiun Yogyakarta, Selasa (17/2/2026), menghadirkan pengalaman berbeda bagi setiap penumpang yang melintas.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa kehadiran barongsai di ruang stasiun mencerminkan komitmen perusahaan dalam merawat keberagaman. “Kami ingin stasiun menjadi ruang publik yang inklusif, ramah budaya, dan menghadirkan kegembiraan bagi siapa pun yang berada di dalamnya,” ujarnya.

Tak berhenti pada atraksi visual, nuansa Imlek juga dihadirkan melalui pembagian jeruk mandarin sebagai simbol kemakmuran, souvenir tematik, serta pohon angpao berisi berbagai merchandise. Atmosfer perayaan bahkan merambat hingga ke dalam gerbong.

Di atas Kereta Api Taksaka (KA 43), pelanggan berkesempatan memperoleh kejutan “Fortune Seat” program upgrade kelas gratis bagi penumpang terpilih. Sebuah sentuhan kecil yang mengubah perjalanan rutin menjadi pengalaman personal yang berkesan.

Perayaan budaya ini berlangsung beriringan dengan peningkatan mobilitas penumpang. Pada libur nasional Imlek, 17 Februari 2026, KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 28.500 pelanggan diberangkatkan dan 18.250 pelanggan tiba di berbagai stasiun wilayah operasinya. Angka tersebut masih bersifat dinamis hingga layanan pembelian tiket langsung (go show) ditutup malam hari.

Distribusi pergerakan penumpang tercatat sebagai berikut:

1. Stasiun Yogyakarta: 16.537 berangkat, 13.120 datang.
2. Stasiun Lempuyangan: 5.149 berangkat, 4.465 datang.
3. Stasiun Solo Balapan: 4.252 berangkat, 3.954 datang.
4. Stasiun Klaten: 1.381 berangkat, 721 datang.
5. Stasiun Wates: 622 berangkat, 377 datang.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa Yogyakarta tetap menjadi magnet mobilitas dan destinasi favorit, terutama dalam momen libur budaya.

Di balik kemeriahan, KAI Daop 6 tetap mengingatkan pelanggan untuk menjaga ketertiban, keselamatan, serta mengatur waktu keberangkatan agar tidak tertinggal kereta. Sebab, di tengah perayaan sekalipun, disiplin operasional tetap menjadi fondasi utama layanan perkeretaapian.

Namun lebih dari sekadar angka dan imbauan, Imlek tahun ini menegaskan satu hal: transportasi publik dapat menjadi medium diplomasi budaya. Ketika barongsai menari di peron dan jeruk mandarin berpindah tangan dengan senyum, stasiun bukan lagi sekadar tempat singgah melainkan ruang temu yang merayakan identitas dan harapan.

Di Yogyakarta, rel kereta hari itu tak hanya menghubungkan kota dengan kota. Ia menghubungkan tradisi dengan modernitas, keberagaman dengan kebersamaan, serta perjalanan fisik dengan pengalaman batin. Sebuah pesan sederhana namun kuat: hoki bukan hanya tentang keberuntungan, melainkan tentang bagaimana setiap perjalanan dirancang untuk memberi makna.**