Rakyat45.com, Pasir Pengaraian – Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan secara serius oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan untuk mempertegas isu pembinaan spiritual di dalam lapas. Penguatan nilai keagamaan dinilai menjadi kunci penting dalam membentuk perubahan sikap dan karakter warga binaan.
Kegiatan pengajian yang digelar di Masjid At-Taubah lingkungan lapas, Sabtu (21/2/2026), menghadirkan ustadzah dari luar sebagai penceramah. Kehadiran penceramah eksternal menjadi bagian dari strategi pembinaan agar materi yang disampaikan lebih variatif dan memberikan perspektif baru bagi warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kasi Binadik dan Giatja, Sunu Istiqomah Danu, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan periode penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian.
“Selama Ramadan, kami fokus menambah intensitas kegiatan keagamaan. Tujuannya agar warga binaan memiliki ruang refleksi diri dan memperkuat pondasi moralnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembinaan spiritual merupakan bagian integral dari sistem pemasyarakatan. Melalui pendekatan keagamaan, warga binaan didorong untuk menyadari kesalahan masa lalu sekaligus membangun komitmen memperbaiki diri.
Dalam tausiyahnya, ustadzah menyampaikan pesan tentang pentingnya menjadikan Ramadan sebagai titik perubahan. Ia mengajak para peserta untuk memaknai puasa bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai latihan pengendalian diri, kejujuran, dan kedisiplinan.
Antusiasme warga binaan terlihat saat sesi dialog dibuka. Pertanyaan yang muncul beragam, mulai dari tata cara ibadah hingga kiat menjaga konsistensi keimanan setelah Ramadan usai. Diskusi berlangsung hangat dan membangun.
Program ini sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual di seluruh unit pelaksana teknis. Di wilayah Riau, pelaksanaan program keagamaan selama Ramadan menjadi salah satu prioritas pembinaan.
Dengan penguatan isu pembinaan spiritual ini, Lapas Pasir Pangarayan berharap Ramadan menjadi momen nyata perubahan, bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan langkah awal menuju pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.***












