Banner Website
Daerah

SDN 13 Seluma Dapat Rehabilitasi Total, Krisis Air Bersih Masih Jadi PR

14
×

SDN 13 Seluma Dapat Rehabilitasi Total, Krisis Air Bersih Masih Jadi PR

Sebarkan artikel ini
SDN 13 Seluma Dapat Rehabilitasi Total, Krisis Air Bersih Masih Jadi PR
Kepala sekolah SD Negeri 13 Seluma, Susanti. (R45/Renaldi)

Rakyat45.com, Seluma – Peningkatan fasilitas pendidikan di Kabupaten Seluma mulai menunjukkan hasil. SD Negeri 13 Seluma menerima bantuan rehabilitasi menyeluruh serta sarana penunjang belajar dari APBD 2025 melalui Dinas Pendidikan setempat.

Namun di balik pembenahan gedung dan perlengkapan sekolah, persoalan mendasar berupa keterbatasan akses air bersih masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk segera dituntaskan.

Kepala sekolah, Susanti, yang baru dilantik, mengungkapkan bahwa bantuan yang diterima mencakup perbaikan fisik hampir di seluruh bagian sekolah. Mulai dari ruang kelas, kantor, hingga pengecatan pagar depan kini telah diperbarui.

Menurutnya, sebelum direhabilitasi, kondisi bangunan kurang layak sehingga proses belajar mengajar tidak berjalan maksimal. Kini, suasana sekolah jauh lebih representatif dan mendukung kenyamanan siswa maupun guru.

“Alhamdulillah, setelah perbaikan ini kegiatan belajar menjadi lebih kondusif. Lingkungan sekolah juga terlihat lebih tertata,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Tak hanya pembangunan fisik, sekolah juga mulai mengoptimalkan penggunaan aplikasi e-Cerdas untuk sistem absensi siswa. Program yang sebelumnya masih tahap uji coba kini telah diterapkan secara operasional.

Absensi dilakukan secara daring, sehingga pencatatan kehadiran siswa menjadi lebih tertib dan terdokumentasi dengan baik. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari adaptasi sekolah terhadap sistem administrasi berbasis digital.

Dalam mendukung pembelajaran non-akademik, sekolah juga menerima perlengkapan olahraga seperti bola futsal, matras senam, serta set bulu tangkis lengkap dengan net.

Selain itu, bantuan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk kelas III, IV, dan V turut diberikan guna menunjang proses pembelajaran di kelas. Pemerintah daerah juga menyerahkan papan nama resmi sekolah sebagai bagian dari penataan identitas lembaga pendidikan.

Meski berbagai bantuan telah diterima, Susanti menegaskan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah pembangunan sumur bor. Sumber air lama dinilai tidak layak konsumsi karena lokasinya terlalu dekat dengan fasilitas sanitasi.

Secara fisik air terlihat jernih, namun pihak sekolah khawatir terhadap potensi pencemaran. Untuk sementara, kebutuhan air bersih dipenuhi dengan mengambil pasokan dari masjid terdekat.

“Kami berharap ada dukungan pembangunan sumur bor agar kesehatan dan kenyamanan warga sekolah lebih terjamin,” jelasnya.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada Bupati Seluma dan Kepala Dinas Pendidikan atas bantuan yang telah diberikan, seraya berharap perhatian lanjutan dapat diberikan untuk menyelesaikan persoalan air bersih yang masih menjadi kendala utama.***