Banner Website
Ekbis

BPS Riau Ingatkan Lonjakan Inflasi Jelang Ramadan–Lebaran, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Pemicu

17
×

BPS Riau Ingatkan Lonjakan Inflasi Jelang Ramadan–Lebaran, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Pemicu

Sebarkan artikel ini
Harga Cabai Merah Tembus Rp100 Ribu, Pemko Pekanbaru Gelar Pasar Murah Tekan Inflasi
Harga Cabai Merah dipasar pagi Arengka Tembus Rp100 Ribu. /Rakyat45.com/Made

Rakyat45.com, Pekanbaru – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mengingatkan potensi kenaikan inflasi menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Lonjakan harga diperkirakan masih didorong oleh komoditas pangan serta biaya transportasi yang cenderung meningkat saat memasuki musim mudik Lebaran.

Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi menjelaskan, berdasarkan tren beberapa tahun terakhir, inflasi pada periode Ramadan dan Idulfitri hampir selalu dipicu oleh komoditas dari kelompok volatile food atau bahan pangan yang harganya mudah berfluktuasi.

Selain itu, beberapa komoditas yang masuk kategori administered prices atau harga yang ditentukan pemerintah juga turut memberi pengaruh terhadap inflasi.

“Setiap Ramadan dan Idulfitri biasanya terjadi peningkatan tekanan harga, terutama pada komoditas pangan dan sektor transportasi,” ujar Asep saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Riau, Rabu (11/3/2026).

BPS mencatat dalam tiga tahun terakhir, sejumlah komoditas pangan berulang kali menjadi penyumbang utama inflasi saat Ramadan dan Lebaran.

Pada Maret 2025, komoditas cabai merah menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kontribusi sekitar 0,28 persen. Sementara pada April 2025, inflasi terbesar dipicu oleh bawang merah dengan andil sekitar 0,25 persen.

Selain dua komoditas tersebut, beberapa bahan pangan lain yang kerap mendorong kenaikan harga antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, kentang, minyak goreng, serta emas perhiasan.

Di sisi lain, komponen biaya seperti tarif listrik, tiket pesawat, serta angkutan antarkota juga sering menambah tekanan inflasi pada periode tersebut.

Berdasarkan pemantauan harga pada Februari 2026, BPS menilai beberapa komoditas perlu diantisipasi karena berpotensi mengalami kenaikan harga saat permintaan masyarakat meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Komoditas yang perlu mendapat perhatian antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, serta tarif angkutan udara.

“Kenaikan permintaan menjelang hari besar biasanya berdampak langsung pada harga sejumlah komoditas tersebut,” jelas Asep.

Untuk menghindari lonjakan harga yang terlalu tinggi, BPS mendorong pemerintah daerah dan TPID agar memastikan ketersediaan stok bahan pangan tetap terjaga.

Komoditas yang paling sering mengalami lonjakan harga pada periode Ramadan dan Lebaran antara lain cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, serta bawang putih.

Pengendalian distribusi dan ketersediaan barang dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas harga.

Selain bahan pangan, sektor transportasi juga biasanya mengalami peningkatan inflasi saat memasuki puncak arus mudik dan arus balik Lebaran.

Hal ini disebabkan tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman.

Di Provinsi Riau, pengukuran inflasi dilakukan di empat wilayah, yakni Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, dan Kota Tembilahan. Data dari wilayah tersebut menjadi indikator utama perkembangan inflasi di provinsi tersebut.

BPS berharap koordinasi antarinstansi melalui TPID dapat memperkuat langkah pengendalian harga sehingga stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri.***