Banner Website
Daerah

Bupati Siak Kritik Dapur MBG Belanja ke Luar Daerah, Minta Prioritaskan UMKM dan Petani Lokal

22
×

Bupati Siak Kritik Dapur MBG Belanja ke Luar Daerah, Minta Prioritaskan UMKM dan Petani Lokal

Sebarkan artikel ini
Bupati Siak Kritik Dapur MBG Belanja ke Luar Daerah, Minta Prioritaskan UMKM dan Petani Lokal
Bupati Siak Afni Zulkifli menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya yang dinilai belum maksimal memberdayakan pelaku usaha lokal. saat rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program MBG yang digelar di Kantor Bupati Siak, Rabu (11/3/2026). R45/Suhardi

Rakyat45.com, Siak – Bupati Siak Afni Zulkifli menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya yang dinilai belum maksimal memberdayakan pelaku usaha lokal. Ia meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Siak agar lebih memprioritaskan pembelian bahan pangan dari UMKM serta petani setempat.

Permintaan tersebut disampaikan Afni dalam rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan program MBG yang digelar di Kantor Bupati Siak, Rabu (11/3/2026).

Afni menilai tujuan program MBG yang digagas pemerintah pusat salah satunya adalah menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil. Namun ia mengaku kecewa karena masih ada dapur MBG yang justru lebih banyak berbelanja kebutuhan bahan makanan dari luar daerah.

“Program ini juga bertujuan membantu UMKM lokal. Kalau kebutuhan dapur lebih banyak dibeli dari Pekanbaru dan hanya sedikit dari Siak, tentu ini sangat kita sayangkan,” tegasnya.

Padahal, menurut data pemerintah daerah, saat ini terdapat sekitar 1.568 UMKM di Kabupaten Siak yang sebagian bergerak di sektor pertanian dan sebagian lainnya di bidang perikanan. Potensi tersebut dinilai sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dapur MBG.

Saat ini terdapat 56 dapur SPPG yang beroperasi di berbagai kecamatan di Kabupaten Siak. Afni meminta pengelola dapur tersebut mulai membangun kemitraan dengan pelaku usaha lokal.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan melibatkan dinas terkait untuk membantu mencarikan UMKM yang bisa menjadi pemasok bahan pangan.

“Utamakan produk UMKM Siak. Jika yayasan membutuhkan pemasok, silakan koordinasi dengan dinas kami. Pemerintah daerah siap membantu mencarikan dan membina UMKM yang ada,” ujarnya.

Afni memastikan Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen penuh menyukseskan program MBG sebagai bagian dari program prioritas nasional. Bahkan, ia menyatakan siap melakukan penyesuaian anggaran daerah demi mendukung program pemenuhan gizi anak-anak tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperkuat pengawasan kualitas makanan dengan melibatkan puskesmas serta tenaga ahli gizi di seluruh wilayah.

“Kami ingin memastikan kualitas makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi bagi anak-anak,” kata Afni.

Dalam kesempatan itu, Afni juga menyinggung laporan mengenai menu MBG yang diberikan kepada anak-anak selama bulan Ramadan. Ia menilai menu yang disajikan masih perlu diperbaiki karena dinilai kurang sesuai untuk kebutuhan gizi anak.

Ia menyebut ada paket makanan yang hanya berisi kacang polong, kacang goreng, pisang, dan brownies.

“Saya mendapat laporan menu untuk anak PAUD hanya berupa kacang-kacangan seperti kue hari raya. Padahal bahan itu bisa diolah menjadi makanan yang lebih layak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Pekanbaru Syartiwidya menyarankan agar pelaku UMKM di Siak mendapatkan dukungan pembiayaan agar mampu memenuhi kebutuhan produksi dapur MBG.

Ia mengusulkan kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta perbankan untuk memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, kebutuhan produksi dapur MBG sangat besar. Misalnya, satu dapur bisa membutuhkan ribuan produk makanan setiap hari sehingga pelaku usaha memerlukan tambahan modal dan tenaga kerja.

“UMKM bisa membuat produk khas daerah seperti olahan ikan atau makanan khas Siak yang menarik dan bergizi,” jelasnya.

Syartiwidya juga menjelaskan bahwa program MBG memiliki dampak ekonomi yang cukup besar bagi daerah. Setiap dapur SPPG mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan.

Dengan 56 dapur yang beroperasi, potensi perputaran dana di Kabupaten Siak bisa mencapai lebih dari Rp50 miliar setiap bulan.

“Sebagian besar dana itu kembali ke masyarakat. Karena itu, kita berharap perputaran ekonomi dari program ini tetap berada di Siak,” pungkasnya.***