Banner Website
Daerah

Pemkab Siak Matangkan Persiapan Mudik Lebaran 2026, 10 Posko dan 235 Personel Disiagakan

19
×

Pemkab Siak Matangkan Persiapan Mudik Lebaran 2026, 10 Posko dan 235 Personel Disiagakan

Sebarkan artikel ini
Pemkab Siak Matangkan Persiapan Mudik Lebaran 2026, 10 Posko dan 235 Personel Disiagakan
Rapat yang digelar di Ruang Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Kamis (12/3/2026). R45/Suhardi

Rakyat45.com, Siak – Pemerintah Kabupaten Siak mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hal ini dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin langsung Wakil Bupati Siak Syamsurizal, bersama unsur Forkopimda, camat, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Rapat yang digelar di Ruang Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Kamis (12/3/2026) tersebut bertujuan memastikan kesiapan daerah menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri agar pemerintah daerah memperkuat koordinasi dalam menghadapi libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Syamsurizal menyampaikan bahwa berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sekitar setengah dari jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini.

Meski arus mudik di daerah tidak sebesar di kota besar, pemerintah daerah tetap harus melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas perjalanan masyarakat.

“Mobilitas masyarakat menjelang dan setelah Lebaran pasti meningkat. Walaupun tidak sebesar daerah metropolitan, tetap perlu kita siapkan langkah antisipasi agar perjalanan masyarakat berjalan lancar dan aman,” kata Syamsurizal.

Sebagai bagian dari upaya pengamanan mudik, Pemerintah Kabupaten Siak bersama aparat keamanan akan mendirikan sekitar 10 posko pengamanan Lebaran yang tersebar di sejumlah titik strategis.

Posko tersebut akan diisi oleh sekitar 235 personel gabungan, yang terdiri dari Dinas Perhubungan, TNI, Polri, PMI, serta tenaga kesehatan.

Selain menjaga keamanan, posko ini juga berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama masa mudik hingga arus balik.

Dinas Perhubungan juga diminta meningkatkan koordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) serta perusahaan pelayaran guna memastikan kesiapan armada transportasi penumpang, terutama di Pelabuhan Mengkapan Buton dan sejumlah terminal di wilayah Kabupaten Siak.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Siak juga menyoroti sejumlah persoalan infrastruktur yang masih menjadi kendala, seperti kurangnya lampu penerangan jalan serta kerusakan di beberapa ruas jalan utama.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan perbaikan agar perjalanan masyarakat selama mudik dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

“Kondisi jalan yang rusak bisa membahayakan pengendara dan menghambat kelancaran arus lalu lintas. Kami minta perbaikan segera dilakukan, terutama di jalur yang sering dilalui masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, para camat juga diminta ikut memantau kondisi lampu penerangan jalan di wilayah masing-masing dan segera melaporkan jika ditemukan kerusakan.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Siak Nugroho Imam Darotdjat menyampaikan bahwa kondisi inflasi di daerah tersebut masih dalam kategori terkendali.

Pemantauan yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BPS dan Diskominfo menunjukkan inflasi bulanan masih relatif rendah.

Namun secara tahunan, inflasi Kabupaten Siak tercatat sekitar 3,23 persen, sedikit di atas target inflasi nasional sehingga perlu mendapatkan perhatian.

Beberapa komoditas yang berpotensi memicu kenaikan harga antara lain daging ayam ras, cabai merah, tomat, ayam hidup, serta emas perhiasan.

Meski demikian, ketersediaan bahan pangan pokok seperti beras masih dinilai mencukupi dan harga kebutuhan pokok masyarakat relatif stabil.

“Secara umum pasokan pangan masih aman. Namun beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras tetap perlu diantisipasi karena berpotensi memicu inflasi,” jelas Nugroho.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan kebutuhan masyarakat tetap terjaga.(Infotorial)