Rakyat45.com, Bengkalis – Sejumlah petugas gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk menahan laju kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, S.I.K., M.M., turun langsung ke lokasi di Jalan Akit Jaya, Senin (6/4/2026), untuk memantau situasi dan memberi dorongan kepada para personel yang telah berjuang selama hampir dua pekan memadamkan api.
Kombes Ino menekankan, penanganan Karhutla dilakukan secara kolaboratif melalui konsep multihelix, yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Polri hingga TNI.
“Seluruh unsur terlibat untuk memastikan kesiapan dan keselamatan personel di lapangan dalam upaya penanggulangan Karhutla,” ujarnya.
Selain itu, ia juga memberikan apresiasi dan motivasi kepada petugas yang berjuang di tengah kondisi lapangan yang penuh tantangan.
Tidak hanya menekankan pemadaman, Kombes Ino menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla tetap menjadi prioritas. “Siapapun yang menyebabkan Karhutla, baik sengaja maupun akibat kelalaian, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia menyebutkan, sepanjang 2025, Polda Riau berhasil mengungkap 70 tersangka kasus Karhutla. Pada awal 2026, sebanyak 17 tersangka telah diamankan melalui proses penyelidikan, dan penyidikan.
“Dari hasil penyelidikan, sebagian terbukti sengaja membakar, sebagian lainnya karena kelalaian,” jelasnya.
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menambahkan bahwa luas lahan yang terdampak cukup signifikan. Data sementara menunjukkan sekitar 100 hektar lahan gambut terbakar di Pulau Bengkalis.
“Semua harus menjaga alam kita, dan alam akan menjaga kita,” ujarnya, menekankan pentingnya kesadaran kolektif terhadap lingkungan.
Peninjauan ini dihadiri pula oleh jajaran TNI, antara lain Asops Kasdam I/Bukit Barisan Kolonel Rendra, Kabid TIK Polda Riau Kombes Pol Andi Yul, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis hadir Sekretaris Daerah dr. Ersan Saputra bersama para pimpinan pratama. Kehadiran mereka menegaskan sinergi lintas sektor dalam mempercepat penanganan Karhutla sekaligus memastikan langkah pencegahan dan penegakan hukum berjalan optimal di wilayah Bengkalis.**












