Banner Website
Peristiwa

Kebakaran Hebat Hanguskan 81 Rumah di Pulau Kijang, Pemprov Riau Siapkan Bantuan Darurat

17
×

Kebakaran Hebat Hanguskan 81 Rumah di Pulau Kijang, Pemprov Riau Siapkan Bantuan Darurat

Sebarkan artikel ini
Ekonomi Riau Menguat, Pemerintah Siapkan Pondasi Pembangunan 2026
Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto./r45/Ho-Diskominfo)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat di Jalan Pahlawan, RT 02 RW 02, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, Rabu (8/4/2026). Peristiwa ini menyebabkan puluhan rumah warga hangus terbakar dan memicu kerugian materil yang diperkirakan sangat besar.

Data sementara yang dihimpun menunjukkan sedikitnya 81 unit rumah ludes dilalap api. Selain itu, 9 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara 19 unit lainnya mengalami kerusakan ringan. Meski skala kebakaran tergolong luas dan berdampak besar, tidak ditemukan korban jiwa dalam insiden tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Pulau Kijang. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan bergerak cepat dalam menangani dampak kebakaran ini.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan rasa prihatin dan kesedihan mendalam yang tengah melanda masyarakat Pulau Kijang Indragiri Hilir,” kata SF Hariyanto kepada Rakyat45.com.

Ia menambahkan, koordinasi lintas pemerintah segera dilakukan guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Pemerintah Provinsi Riau akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir serta berbagai pihak terkait untuk menyalurkan bantuan kepada para korban.

“Nanti kita komunikasikan dengan Pemkab untuk pemulihan dan penyaluran bantuan darurat berupa sembako, selimut, pakaian layak pakai, dan tenda sementara bagi korban,” katanya.

Tidak hanya bantuan darurat, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka menengah melalui program rehabilitasi rumah bagi warga terdampak. SF Hariyanto menegaskan bahwa korban tidak boleh dibiarkan tanpa kepastian tempat tinggal.

“Jangan sampai korban terlantar. Pemerintah hadir. Untuk rumah yang rusak berat akan kita bantu melalui program Rumah Layak Huni tahun ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terkait jumlah kerugian dan kondisi warga terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan lanjutan serta perencanaan rehabilitasi.

Di sisi lain, aparat kepolisian mulai mengungkap kronologi kejadian. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Indragiri Hilir, Budi Winarko, menjelaskan bahwa api pertama kali terlihat sekitar pukul 11.30 WIB.

“Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api dengan sangat cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya yang sebagian besar merupakan permukiman rapat,” ujar Budi.

Api diduga berasal dari area sekitar rumah salah satu warga bernama H Iskandar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Kondisi permukiman yang padat serta material bangunan yang mudah terbakar mempercepat penyebaran api. Selain itu, faktor cuaca juga memperparah situasi. Angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya.

Warga setempat sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, keterbatasan alat membuat api sulit dikendalikan. Upaya pemadaman baru menunjukkan hasil setelah bantuan datang dari tim pemadam kebakaran Kecamatan Reteh.

Setelah berjibaku selama kurang lebih dua setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB. Proses pemadaman melibatkan petugas serta partisipasi aktif masyarakat sekitar.

Pasca kejadian, sejumlah warga terlihat mulai membersihkan sisa-sisa puing bangunan. Banyak di antara mereka kehilangan seluruh harta benda dan kini bergantung pada bantuan darurat.

Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala serta kehati-hatian saat meninggalkan rumah menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan tingginya risiko kebakaran di kawasan padat penduduk. Selain respons cepat saat bencana terjadi, upaya pencegahan dinilai menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak di masa mendatang.

Hingga kini, proses pendataan korban dan kerugian masih terus berlangsung. Pemerintah memastikan seluruh korban akan mendapatkan perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan mereka.***