Rakyat45.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru mulai melakukan pembenahan serius terhadap sistem transportasi umum massal. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan angkutan publik yang nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan.
Salah satu fokus utama pembenahan tersebut adalah uji coba penggunaan bus listrik sebagai armada baru dalam sistem angkutan massal. Program ini menjadi bagian dari strategi modernisasi transportasi sekaligus upaya menekan polusi udara di ibu kota Provinsi Riau.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan pemerintah kota tengah melakukan berbagai perbaikan menyeluruh, tidak hanya pada armada, tetapi juga pada sistem layanan secara keseluruhan.
“Kita sedang memperbaiki sistem transportasi umum di Pekanbaru. Kita ada tambahan bus listrik, bus listrik ini bukan beli, tapi kita baru uji coba,” kata Agung Nugroho kepada taktiknews.com saat di hubungi, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, kehadiran bus listrik ini diharapkan menjadi solusi transportasi masa depan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Pemko Pekanbaru saat ini tengah menyiapkan belasan unit bus listrik yang direncanakan mulai beroperasi secara bertahap pada tahun 2026.
Armada tersebut nantinya akan memperkuat layanan Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi publik di kota tersebut. Bus listrik akan ditempatkan di sejumlah koridor strategis guna menjangkau lebih banyak penumpang.
Isu utama yang diangkat dalam kebijakan ini adalah kebutuhan mendesak akan transportasi publik yang tidak hanya nyaman, tetapi juga ramah lingkungan. Selama ini, emisi kendaraan menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran udara di kawasan perkotaan.
Dengan penggunaan bus listrik, pemerintah kota berharap dapat mengurangi emisi gas buang yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Penggunaan teknologi ini juga sejalan dengan tren global, di mana kota-kota besar mulai beralih ke kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menekan perubahan iklim.
Namun, Agung menegaskan bahwa pembenahan tidak hanya berfokus pada pengadaan armada baru. Infrastruktur pendukung seperti halte juga menjadi perhatian serius agar memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa transportasi.
“Tapi tentunya nanti tidak hanya soal bus nya dibaguskan, fasilitas (halte)nya juga sudah kita perbaiki, tapi ketepatan waktu juga sedang kita lakukan,” jelas Agung.
Masalah ketepatan waktu selama ini menjadi salah satu keluhan utama masyarakat terhadap layanan transportasi umum. Oleh karena itu, Pemko Pekanbaru tengah menyusun sistem jadwal yang lebih terintegrasi dan terukur.
Ke depan, setiap armada Trans Metro Pekanbaru akan memiliki jadwal operasional yang jelas di setiap koridor dan halte. Dengan sistem ini, diharapkan pengguna dapat merencanakan perjalanan dengan lebih pasti dan efisien.
Selain itu, Pemko Pekanbaru juga membuka peluang perubahan dalam sistem pengelolaan transportasi umum. Pemerintah mempertimbangkan untuk menggandeng pihak profesional atau swasta dalam pengoperasian layanan bus.
Skema yang tengah dikaji adalah sistem buy the service (BTS), di mana pemerintah hanya membayar layanan berdasarkan jarak tempuh atau kilometer operasional.
“Seperti yang mengelola di DKI (Daerah Khusus Ibukota), di kota-kota maju. Jadi pemerintah nanti hanya bayar buy the service (BTS) per kilometer saja,” pungkasnya.
Model ini dinilai lebih efektif karena memungkinkan pengelolaan transportasi dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Sementara itu, pemerintah tetap berperan sebagai pengawas sekaligus penyedia anggaran.
Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan secara keseluruhan, mulai dari ketepatan waktu, kenyamanan armada, hingga profesionalitas pengemudi.
Dengan berbagai upaya yang tengah dilakukan, Pemko Pekanbaru optimistis dapat menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
Transformasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan kota yang lebih bersih dan layak huni di masa depan.***












