Banner Website
Daerah

Sleman Matangkan MTQ DIY 2026, Perkuat Generasi Berkarakter

26
×

Sleman Matangkan MTQ DIY 2026, Perkuat Generasi Berkarakter

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Novita Krisnaeni, menyampaikan komitmen penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, Selasa (9/4/2026)./R45/Ags.w

Rakyat45.com, Sleman – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat karakter generasi muda melalui jalur keagamaan, budaya, dan pembangunan keluarga kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan berbagai agenda strategis sepanjang April 2026.

Langkah tersebut mengemuka dalam kegiatan jumpa pers bertema “Penguatan Nilai Keagamaan, Kebangsaan, Budaya, dan Ketahanan Keluarga untuk Generasi Sleman Berkarakter” yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Selasa (9/4/2026), di Pendopo Paku Jati Dinas Kebudayaan Sleman.

Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan ialah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026. Kabupaten Sleman resmi ditunjuk sebagai tuan rumah berdasarkan Surat Gubernur DIY Nomor B/200.1.4.3/721/BR.8 tertanggal 4 Maret 2026.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Agung Armawanta, menegaskan bahwa Pemkab Sleman siap memberikan dukungan maksimal demi menyukseskan ajang tersebut, meski pelaksanaan dilakukan di tengah kebijakan rasionalisasi anggaran.

“Pelaksanaan MTQ dijadwalkan pada Sabtu, 18 April 2026, diawali dengan Rakerda LPTQ DIY tingkat provinsi pada 16 April 2026. Pembukaan dan penutupan akan dipusatkan di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, kepanitiaan MTQ dibentuk secara kolaboratif antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi, melibatkan Biro Kesejahteraan Rakyat, Kanwil Kementerian Agama, serta Kementerian Agama Kabupaten Sleman.

“Kegiatan ini diperkirakan diikuti sekitar 130 peserta dari lima kafilah yang mewakili empat kabupaten dan satu kota di DIY, dengan total kehadiran keseluruhan mencapai sekitar 400 orang.” ungkapnya.

Dalam kompetisi tersebut, enam cabang lomba akan dipertandingkan, yakni Tilawah Al-Qur’an, Hifdzil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Musabaqah Khattil Qur’an, Musabaqah Syarhil Qur’an, dan Musabaqah Fahmil Qur’an.

Lebih dari sekadar ajang perlombaan, Agung menilai MTQ DIY 2026 menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai religius sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

“Harapannya, setelah kegiatan ini lahir generasi Sleman yang qurani, semakin memakmurkan rumah ibadah, serta menebarkan semangat kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Tak hanya fokus pada kegiatan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Sleman juga terus menghidupkan sektor kebudayaan melalui sejumlah agenda edukatif dan kreatif.

Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman, Dekhi Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar Festival Langencarita bertema Cinta Alam dan Kesadaran Lingkungan pada 11 April 2026.

Festival tersebut akan berlangsung di Gedung Serbaguna Sedan, Sariharjo, Ngaglik, mulai pukul 09.00 WIB dan diikuti perwakilan dari lima kapanewon, yakni Moyudan, Mlati, Berbah, Seyegan, dan Depok.

Menurut Dekhi, kegiatan itu dirancang sebagai ruang apresiasi sekaligus pembinaan berkelanjutan bagi sanggar maupun kelompok seni agar mampu melahirkan pertunjukan yang kreatif, inovatif, dan berkualitas.

Selain itu, Dinas Kebudayaan juga akan mengadakan lomba cerdas cermat museum pada 16 April 2026 di Aula Pangripto Bappeda Sleman dan Ruang Rapat Dinas Kebudayaan Sleman. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap sejarah, budaya, dan fungsi museum sebagai sarana pembelajaran.

Sementara dari sektor pembangunan sosial, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Novita Krisnaeni, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Ia menyampaikan, pihaknya secara aktif menjalankan sejumlah program strategis, mulai dari ketahanan dan kesejahteraan keluarga, pemberdayaan perempuan, hingga perlindungan serta pemenuhan hak anak.

“Dalam program ketahanan dan kesejahteraan keluarga, kami menerapkan delapan fungsi keluarga, meliputi fungsi agama, pembinaan lingkungan, ekonomi, reproduksi, sosial budaya, sosialisasi dan pendidikan, cinta kasih, serta perlindungan,” jelas Novita.

Selain itu, pihaknya juga menjalankan program pengarusutamaan gender dan berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan, termasuk advokasi peningkatan partisipasi perempuan dalam bidang ekonomi dan sosial, serta pembinaan kelompok Desa Prima.

Melalui rangkaian agenda tersebut, Kabupaten Sleman menunjukkan keseriusannya membangun generasi berkarakter dengan menyeimbangkan penguatan spiritual, pelestarian budaya, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah.**