Banner Website
Daerah

Pemko Pekanbaru Siapkan Dua TPA Jadi Pembangkit Listrik, Targetkan Olah Sampah Jadi Energi

23
×

Pemko Pekanbaru Siapkan Dua TPA Jadi Pembangkit Listrik, Targetkan Olah Sampah Jadi Energi

Sebarkan artikel ini
Pemko Pekanbaru Siapkan Dua TPA Jadi Pembangkit Listrik
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. (R45/Y)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mempercepat program pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui skema Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan aglomerasi Pekan Raya. Program ini akan memanfaatkan dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebagai pusat pengolahan utama.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan langkah awal sudah dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama pemerintah daerah sekitar, termasuk Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar.

Menurut Agung, dua lokasi yang akan diberdayakan yakni TPA Muara Fajar dan satu TPA baru di kawasan perbatasan Pekanbaru–Kampar.

“Pertama di TPA Muara Fajar, di TPA itu sampah tidak kita biarkan begitu saja. Dari sistem open dumping, nanti akan menjadi control lanfil. Itu ditutup membran, dan membrannya akan menghasilkan gas metan,” kata Wako Agung, Sabtu (11/4/2026).

Ia menjelaskan, gas metana yang dihasilkan dari pengolahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Bahkan, gas tersebut juga berpotensi dijual sehingga dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru.

Selain itu, pembangunan fasilitas baru juga direncanakan di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Kampar, tepatnya di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Riau. Proyek ini akan dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Fasilitas tersebut akan menjadi pusat PSEL atau waste to energy (WtE) untuk kawasan Pekanbaru Raya, yang mencakup beberapa daerah dalam satu sistem pengolahan terpadu.

“Karena penyumbang sampah terbesar itu adalah Pekanbaru, maka namanya Pekanbaru Raya. Di situ akan berdampak baik, karena sampah akan dibakar semuanya,” jelas Wako.

Meski demikian, Agung menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya agar program ini berjalan optimal dan memberi nilai tambah.

“Dan yang anorganik nya bisa kita sesuaikan mana yang bisa bernilai. Bisa kita tukarkan ke bank sampah yang ada,” pungkasnya.

Program ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan sampah di Pekanbaru dan sekitarnya, tetapi juga mendorong kemandirian energi serta peningkatan ekonomi daerah melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.***