Rakyat45.com, Selat Panjang – Perjalanan pulang usai berobat berubah menjadi tragedi bagi Nasri (32), warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, setelah dilaporkan melompat ke laut dari Kapal Ferry MV Dumai Line 1, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa terjadi saat kapal melintas di perairan Repan, Kecamatan Rangsang, tepatnya di koordinat N 00°56.490 E 102°54.455. Nasri saat itu tengah dalam perjalanan bersama ayahnya, Gani, setelah menjalani pengobatan di rumah sakit di Kabupaten Siak.
Keduanya berangkat dari Pelabuhan Buton dengan tujuan Tanjung Samak tanpa tanda-tanda mencurigakan sebelumnya. Namun di tengah perjalanan, Nasri tiba-tiba menuju buritan kapal sebelum akhirnya menghilang dari pandangan.
“Dia berjalan ke arah belakang kapal. Tidak lama kemudian langsung melompat ke laut,” ungkap Gani dengan suara bergetar saat memberikan keterangan kepada petugas.
Pihak keluarga menyebut Nasri memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan baru saja selesai menjalani pengobatan sebelum kembali ke kampung halaman.
Laporan pertama disampaikan oleh perwira kapal kepada pihak terkait setelah awak menerima informasi adanya penumpang yang jatuh ke laut. Menanggapi laporan itu, kru kapal langsung melakukan manuver pencarian darurat dengan mengelilingi titik kejadian.
Selama sekitar 30 menit, kapal berputar di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban, namun belum membuahkan hasil. Pencarian kemudian dilanjutkan oleh agen tiket Dumai Express di Repan bersama masyarakat menggunakan kapal pompong.
Sementara itu, MV Dumai Line 1 melanjutkan pelayaran menuju Tanjung Samak, Tanjung Balai Karimun, hingga Batam sesuai jadwal.
Tim dari Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti langsung bergerak setelah menerima laporan dari nakhoda kapal, Capt Sahil. Informasi awal diterima sekitar pukul 14.30 WIB.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Herrie, mengatakan tim segera dikerahkan ke lokasi.
“Setelah menerima informasi dari pihak kapal, kami langsung menurunkan tujuh personel rescuer menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 12 nautical mile atau mil laut dari Pos SAR Meranti,” jelas Prima Herrie.
Tim SAR berangkat pukul 17.00 WIB dengan arah pelayaran heading 111 derajat dan tiba sekitar pukul 17.30 WIB di titik koordinat kejadian. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur gabungan dan nelayan setempat yang lebih dulu melakukan pencarian.
Upaya penyisiran dilakukan di sekitar lokasi dugaan korban jatuh menggunakan armada yang tersedia. Namun hingga menjelang malam, korban belum ditemukan.
“Pada pukul 18.30 WIB operasi pencarian sementara dihentikan karena kondisi mulai gelap dan akan dilanjutkan kembali esok hari,” ujar Prima.
Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi (11/4/2026) pukul 07.00 WIB dengan memperluas area pencarian di perairan sekitar Kecamatan Rangsang.
Prima juga mengingatkan seluruh personel dan masyarakat yang terlibat agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung.
“Keselamatan personel dan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi SAR,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap Nasri masih terus dilakukan oleh tim SAR bersama masyarakat pesisir. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terlebih korban tengah dalam perjalanan pulang bersama orang tuanya yang berujung kehilangan di tengah laut.***












