Banner Website
Ekbis

Sentra Anyaman Bambu Brajan, Ikon Ekonomi Kreatif yang Menembus Pasar Dunia

312
×

Sentra Anyaman Bambu Brajan, Ikon Ekonomi Kreatif yang Menembus Pasar Dunia

Sebarkan artikel ini
Sentra Anyaman Bambu Brajan, Ikon Ekonomi Kreatif yang Menembus Pasar Dunia
Teks foto: Pengrajin di Sentra Industri Anyaman Bambu Brajan, Sleman, bekerja sama menyelesaikan pesanan kerajinan bambu. Produk-produk khas Brajan ini diminati pasar dalam dan luar negeri berkat keunikan desain dan kualitasnya. Jum’at, (24/10/2025)./R45/Ags.W.

Sleman, Rakyat45.com – Di tengah geliat ekonomi kreatif Yogyakarta, nama Brajan di Kecamatan Minggir, Sleman, menjadi magnet baru bagi wisatawan dan pelaku industri kerajinan. Sentra Industri Kerajinan Anyaman Bambu Brajan kini menjelma menjadi pusat kreativitas yang tak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil bambu terbesar di dunia, menempati posisi ketiga setelah China dan India. Di Brajan, potensi itu diolah dengan kearifan lokal menjadi produk-produk bernilai seni tinggi. Sedikitnya 119 pengrajin aktif menghasilkan beragam karya, mulai dari perabot rumah tangga hingga aksesori dan dekorasi artistik yang memikat pasar dalam dan luar negeri.

Menariknya, sekitar 50 persen produksi kerajinan bambu Brajan telah menembus pasar ekspor, menjadi bukti bahwa kualitas dan daya saing produk lokal tidak kalah dengan produk industri global.

“Sentra Industri Kerajinan Anyaman Bambu Brajan bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Kreativitas pengrajin lokal harus terus didukung agar produk mereka makin dikenal dunia,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sleman, Surana, saat ditemui di sela kunjungan kerja.

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memberikan dukungan berkelanjutan kepada para pengrajin, mulai dari pelatihan peningkatan keterampilan, fasilitasi pameran, hingga promosi digital produk lokal.

“Kami ingin memastikan kearifan lokal ini tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan memberi manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat Brajan,” ungkap Kepala Disperindag Sleman, Dra. RR Mae Rusmi Suryaningsih, M.T., kepada Rakyat45.com, Jum’at (24/10/2025).

Lebih dari sekadar tempat produksi, Sentra Anyaman Bambu Brajan kini juga menjadi destinasi wisata edukatif. Pengunjung dapat membeli produk jadi, memesan kerajinan sesuai desain pribadi (custom order), bahkan mengikuti workshop membuat anyaman bambu langsung bersama para pengrajin.

Kawasan Brajan juga dikembangkan dengan konsep desa wisata, menghadirkan suasana pedesaan yang asri, pertunjukan seni tradisional, serta pengalaman interaktif yang menggugah kreativitas.

“Di balik keindahan produk anyaman, tersimpan filosofi bambu yang sarat makna — tentang ketulusan, kerendahan hati, kelenturan, dan ketahanan dalam menghadapi perubahan. Nilai-nilai inilah yang menjadikan kerajinan Brajan bukan sekadar produk ekonomi, melainkan cerminan karakter masyarakatnya,” tambah Mae Rusmi.

Dengan inovasi yang terus digalakkan, kolaborasi antara pemerintah dan pengrajin, serta strategi promosi yang adaptif terhadap pasar modern, Sentra Industri Kerajinan Anyaman Bambu Brajan kian mantap menjadi ikon ekonomi kreatif nasional.

“Brajan bukan hanya tempat memproduksi anyaman, tetapi juga ruang di mana tradisi dan inovasi berpadu menjadi karya dunia – bukti nyata bahwa kearifan lokal mampu menembus batas global,” tutup Mae Rusmi.**