Banner Website
Daerah

Riau Bangkit dari Asap: 311 Ketua OSIS Deklarasi Green Policing, Pelajar Jadi Garda Baru Penyelamat Lingkungan

92
×

Riau Bangkit dari Asap: 311 Ketua OSIS Deklarasi Green Policing, Pelajar Jadi Garda Baru Penyelamat Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Riau Bangkit dari Asap: 311 Ketua OSIS Deklarasi Green Policing, Pelajar Jadi Garda Baru Penyelamat Lingkungan
Provinsi Riau yang selama ini kerap dikaitkan dengan kabut asap kini mulai menapaki langkah perubahan. Sebanyak 311 Ketua OSIS SMA, SMK, dan MA se-Riau menandatangani Deklarasi Pelajar Green Policing, Rabu (12/11/2025)./R45/md)

Pekanbaru,Rakyat45.com – Provinsi Riau yang selama ini kerap dikaitkan dengan kabut asap kini mulai menapaki langkah perubahan. Sebanyak 311 Ketua OSIS SMA, SMK, dan MA se-Riau menandatangani Deklarasi Pelajar Green Policing, menandai lahirnya gerakan ekologis baru dari kalangan pelajar.

Deklarasi tersebut menjadi puncak kegiatan Workshop Green Policing yang digagas Polda Riau di Taman Wisata Alam Mayang, Pekanbaru, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya, serta ratusan pelajar yang antusias mengusung misi “Riau Hijau Tanpa Asap.”

Irjen Herry menegaskan, gerakan Green Policing bukan seremonial semata, tetapi upaya moral dan ekologis Polri untuk memutus rantai kerusakan alam di Bumi Lancang Kuning.

“Penanaman 21.000 pohon dan pelibatan pelajar ini adalah ikhtiar konkret agar Riau tak lagi dikenal sebagai penghasil asap, tapi sebagai penggerak hijau Indonesia,” tegasnya.

Workshop yang digelar selama tiga hari itu menghadirkan pelatihan kepemimpinan hijau (green leadership), praktik penanaman pohon, tur lingkungan, serta pembuatan konten kreatif bertema ekologi. Polda Riau berharap, para Ketua OSIS menjadi agen perubahan di sekolah, komunitas, dan media sosial.

Herry juga memperkenalkan tiga pilar gerakan ini:

  1. Green Habit: membangun gaya hidup ramah lingkungan.
  2. Green Collaboration: mendorong sinergi lintas lembaga dan masyarakat.
  3. Green Thinking: menanamkan pola pikir etis terhadap alam.

“Menjaga bumi adalah tugas bersama. Pohon yang dirawat tumbuh kuat; begitu juga dengan pemimpin masa depan yang dirawat dengan nilai-nilai hijau,” ujarnya.

Sementara itu, akademisi Rocky Gerung yang turut hadir menyebut inisiatif Polda Riau ini sebagai gerakan strategis menyadarkan bangsa akan pentingnya ekologi.

“Gerakan hijau dari Riau ini bisa menjadi simbol perubahan nasional. Masa depan Indonesia bergantung pada kesadaran ekologis anak muda seperti kalian,” ucapnya di hadapan peserta.

Direktur Binmas Polda Riau, Kombes Eko Budhi, menambahkan bahwa Ketua OSIS memiliki peran vital sebagai motor perubahan di lingkungan sekolah.

“Kami ingin semangat hijau ini menyebar dari ruang kelas, ke komunitas, hingga dunia digital. Itulah makna Green Policing yang sebenarnya,” jelasnya.

Melalui gerakan ini, Polda Riau berupaya mengubah citra Riau dari provinsi rawan asap menjadi provinsi pelopor lingkungan hidup.
Langkah kecil dari pelajar hari ini diharapkan menjadi awal dari revolusi hijau Riau menuju masa depan tanpa kabut.***