Banner Website
Daerah

UMRI Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis Lewat Skema Crowdfunding Komunitas

101
×

UMRI Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis Lewat Skema Crowdfunding Komunitas

Sebarkan artikel ini
UMRI Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis Lewat Skema Crowdfunding Komunitas
Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar Diseminasi Hasil Penelitian dengan tema “Analisis Peran Masyarakat dan Potensi Crowdfunding dalam Meningkatkan Kompetensi Wartawan dan Kualitas Jurnalisme”, dibuka oleh Dekan FIKOM, Jayus SSos MIKom, Senin (14/11/2025)./R45/Md

Rakyat45.com, Riau – Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian bertema “Analisis Peran Masyarakat dan Potensi Crowdfunding dalam Meningkatkan Kompetensi Wartawan dan Kualitas Jurnalisme”. Agenda yang berlangsung pekan lalu itu dibuka oleh Dekan FIKOM, Jayus SSos MIKom, dan turut dihadiri Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Khusnul Hanafi SIKom MSocSc, Ketua Prodi Humas, Ulmi Marsya SIKom MA, jajaran dosen, serta ratusan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Jayus menegaskan bahwa diseminasi semacam ini merupakan bagian dari komitmen akademisi untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu komunikasi dan masyarakat luas.

“Kami mengapresiasi kerja keras tim peneliti. Semoga hasil yang dipaparkan mampu memberi manfaat bagi peningkatan kualitas jurnalisme,” ujar Jayus dalam keterangan resminya, Senin (14/11/2025).

Ketua Tim Peneliti, Assoc Prof H Eka Putra ST MSc PhD, bersama anggota tim Dr Desliana Dwita SIP MIKom, memaparkan kondisi memprihatinkan terkait kompetensi jurnalis nasional. Berdasarkan data terbaru Dewan Pers, hanya 11,68% dari sekitar 250 ribu jurnalis di Indonesia yang telah memiliki sertifikasi resmi. Rendahnya kompetensi ini dinilai berpotensi melahirkan pemberitaan yang tidak akurat.

“Di tingkat lokal, tantangannya lebih besar. Di Pekanbaru, hanya sekitar 1,5% media yang benar-benar memenuhi standar profesional. Minimnya kemampuan teknis, lemahnya etika, serta rendahnya partisipasi publik dalam mengawasi media menjadi penyebab utama,” jelas Eka Putra.

Menjawab persoalan tersebut, tim peneliti UMRI mengusulkan model crowdfunding jurnalistik berbasis komunitas. Skema ini tak sekadar menawarkan sumber pendanaan baru, tetapi sekaligus memungkinkan publik terlibat sebagai pengawas kualitas berita.

“Crowdfunding jurnalistik memiliki manfaat ganda. Masyarakat dapat berpartisipasi langsung dalam memastikan informasi yang mereka terima akurat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara publik dan media untuk mendorong profesionalisme,” ujar Dr Desliana.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pekanbaru memiliki potensi besar untuk menerapkan model ini karena budaya gotong royong yang masih kuat serta infrastruktur digital yang semakin mapan. Meski demikian, keberhasilannya tetap membutuhkan komitmen transparansi, konten yang berkualitas, dan kerja sama semua pihak.

“Simbiosis antara pendanaan komunitas dan jurnalisme partisipatif diharapkan mampu membangun ekosistem media lokal yang inklusif, berkelanjutan, dan lebih demokratis,” tutup Eka Putra.

Kegiatan Diseminasi Penelitian Fundamental Reguler (PFR) BIMA Kemendikbudristek RI tahun 2025 tersebut tak hanya berfokus pada pemaparan data, tetapi juga membuka ruang diskusi interaktif. Antusiasme peserta, terutama mahasiswa dan akademisi FIKOM UMRI, menunjukkan besarnya minat terhadap masa depan jurnalisme yang lebih profesional dan melibatkan publik secara langsung.***