Banner Website
Peristiwa

Atlet Bengkalis Bersinar di Open Tournament Kickboxing Championship 2025 City Mall Dumai

593
×

Atlet Bengkalis Bersinar di Open Tournament Kickboxing Championship 2025 City Mall Dumai

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Ketua Kickboxing Disch Fight Camp Bengkalis, Wiwin Suryana, berfoto bersama para atlet, pelatih, dan ofisial seusai penutupan Open Tournament Kickboxing Championship 2025 di City Mall Dumai, Minggu malam (30/11/2025)/R45.

Dumai, Rakyat45.com – Ketika Open Tournament Kickboxing Championship 2025 digelar di City Mall Dumai, arena pertarungan itu bukan sekadar tempat para petarung mengadu strategi dan ketahanan fisik. Bagi Kabupaten Bengkalis, ajang ini adalah cermin dari sebuah proses yang jauh lebih besar: kebangkitan ekosistem olahraga daerah.

Selama dua hari, 29–30 November, para atlet muda Bengkalis tampil dengan keyakinan yang tidak dibangun semalam. Mereka adalah hasil dari latihan bertahun-tahun, komunitas yang solid, serta dukungan yang perlahan tetapi pasti mulai menguat dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga kelompok pelatih akar rumput.

Di antara mereka, Ade Kurniawan menorehkan emas di kelas Low Kick 71 Kg, sebuah kemenangan yang tidak hanya menambah daftar prestasinya, tetapi juga menunjukkan bahwa aparatur pemerintah daerah pun mampu menjadi simbol kedisiplinan olahraga modern.

Generasi penerus turut menunjukkan daya cengkeram mereka dalam dunia bela diri:

M. Fajar (perunggu Low Kick 63 Kg),

Mhd. Farijh Ananda C dan M. Febriyan (dua juara III dari Politeknik Negeri Bengkalis).

Bagi para atlet ini, setiap pertarungan bukan sekadar duel fisik, tetapi pengalaman yang membentuk karakter dan ketangguhan mental.

Sementara itu, tiga atlet yang terhenti di perempat final Dimas Nopriansyah Putra, M. Rafi Iskandar, dan Raihan Ibnu Putra, tetap memegang peran penting yang menunjukkan lebar dan dalamnya potensi Bengkalis di masa mendatang.

Ketua Kickboxing Disch Fight Camp Bengkalis, Wiwin Suryana, menilai bahwa kejuaraan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang pembuktian bahwa investasi jangka panjang di bidang pembinaan olahraga mulai menampakkan hasil nyata.

“Kami tidak hanya membina petarung. Kami membina mentalitas, membina komunitas, dan merawat mimpi,” ujar Wiwin dengan nada penuh keyakinan, Senin (1/12/2025).

Dukungan sponsor, pelatih, ofisial, dan pemerintah daerah menjadi fondasi yang tak terpisahkan dari dinamika pembinaan ini. Para pelatih seperti Coach Ucip, Coach Cecep, dan Coach Alle Syahputra adalah bagian dari mesin penggerak pembinaan yang sering kali bekerja di balik layar, namun memiliki kontribusi besar dalam memoles kemampuan para atlet.

Dalam perspektif yang lebih luas, kehadiran Bengkalis di turnamen ini mencerminkan semangat daerah yang ingin naik kelas, menempatkan olahraga sebagai instrumen pembangunan sosial.

Ajang yang disaksikan ribuan penonton dan dihadiri sejumlah unsur Forkopimda tersebut menegaskan bahwa kickboxing kini bukan lagi olahraga minoritas, melainkan ruang konsolidasi energi muda, disiplin, dan identitas daerah.**