Banner Website
Peristiwa

Kekurangan Ruang Jenazah di Agam, Cool Storage Bantuan Tiba untuk Percepat Identifikasi Korban

122
×

Kekurangan Ruang Jenazah di Agam, Cool Storage Bantuan Tiba untuk Percepat Identifikasi Korban

Sebarkan artikel ini
Kekurangan Ruang Jenazah di Agam, Cool Storage Bantuan Tiba untuk Percepat Identifikasi Korban
Cool Storage Bantuan Tiba untuk Percepat Identifikasi Korban. (R45/Ho)

Rakyat45.com, Agam – Penanganan korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memasuki fase krusial akibat keterbatasan fasilitas penyimpanan jenazah. Lonjakan jumlah korban membuat kamar jenazah rumah sakit tidak lagi mampu menampung, sehingga proses identifikasi berpotensi terhambat.

Di tengah kondisi mendesak tersebut, sebuah peti pendingin jenazah (cool storage) akhirnya tiba di RSUD Lubuk Basung pada Sabtu (6/12/2025) pagi. Kehadiran alat ini menjadi solusi utama untuk menstabilkan proses penanganan korban sebelum diidentifikasi oleh tim DVI.

Kabid Dokkes Polda Riau sekaligus Kasatgas DVI Posko Ante Mortem, Kombes Wahono Edi, mengatakan cool storage sangat dibutuhkan karena tingginya jumlah korban dari wilayah terdampak.

“Korban terus berdatangan sementara fasilitas yang ada tidak memadai. Cool storage ini diperlukan agar jenazah tidak cepat membusuk dan proses identifikasi bisa berjalan akurat,” jelas Wahono.

Ia menegaskan, kualitas kondisi jenazah sangat mempengaruhi keberhasilan identifikasi, sehingga penanganan di ruang bersuhu terkontrol menjadi kebutuhan mendesak.

Asisten II Sekda Kabupaten Agam, Adrinaldi, menyampaikan rasa lega atas hadirnya fasilitas pendingin tersebut. Menurutnya, penambahan alat ini membantu mencegah antrean penanganan jenazah dan mempercepat proses pencocokan identitas.

“Kami sangat bersyukur. Dengan korban sebanyak ini, tanpa tambahan cool storage pasti akan terjadi penumpukan. Ini sangat membantu pekerjaan tim DVI di lapangan,” ucapnya.

Adrinaldi menambahkan bahwa bencana yang menimpa Agam bukan hanya memukul masyarakat secara emosional, tetapi juga membebani sistem penanganan medis dan forensik.

“Kondisi kami sedang berat, tapi dukungan berbagai pihak membuat Agam tidak berjalan sendirian. Semoga alat ini mempercepat pemulihan dan memperlancar identifikasi setiap korban,” tutupnya.

Dengan hadirnya cool storage tersebut, diharapkan proses penanganan korban bencana di Agam bisa berlangsung lebih tertib, manusiawi, dan cepat, sehingga keluarga yang menunggu kepastian dapat segera mendapatkan jawaban.***