Banner Website
Politik

Nasril Bahar Minta Pengawasan Stok Pangan Diperketat, Dorong Pembaruan Data Real-Time

135
×

Nasril Bahar Minta Pengawasan Stok Pangan Diperketat, Dorong Pembaruan Data Real-Time

Sebarkan artikel ini
Nasril Bahar Minta Pengawasan Stok Pangan Diperketat, Dorong Pembaruan Data Real-Time
Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar./R45/Pan

Rakyat45.com, Denpasar – Ketersediaan pangan dan energi kembali menjadi sorotan nasional. Anggota Komisi VI DPR RI, Nasril Bahar, menegaskan bahwa pemerintah harus memperkuat pengawasan terhadap stok bahan pokok, terutama beras dan minyak goreng, agar stabilitas harga tetap terjaga.

Nasril menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini tercatat sekitar 3,5 juta ton menuju 4 juta ton, namun data mengenai kapasitas dan kondisi penyimpanan perlu terus diperbarui agar tidak terjadi kesenjangan informasi. “Data gudang harus selalu update. Tanpa itu, kita tidak bisa memetakan kebutuhan secara akurat,” ujarnya di Denpasar, Jumat (6/12/2025).

Nasril menilai minyak goreng merupakan komoditas yang paling mudah terdampak spekulasi. Menurutnya, keterlambatan atau ketidakakuratan data sering memicu kepanikan pasar yang berujung pada lonjakan harga.

“Peran swasta harus dipantau dengan ketat. Harga sering goyah karena spekulasi ketika data stok tidak diperbarui,” tegasnya. Ia menambahkan, kerja sama dengan aparat penegak hukum penting agar penindakan bisa dilakukan sebelum terjadi gejolak harga.

Meski teknologi pemantauan sudah tersedia, Nasril menilai efektivitasnya masih terkendala pembaruan data. “Teknologinya ada, tapi kalau datanya telat masuk, percuma. Kita butuh inovasi agar pemantauan stok bisa berjalan real-time,” katanya.

Terkait bencana yang melanda beberapa daerah, Nasril menyebut hampir semua kementerian dan lembaga telah menyalurkan bantuan, terutama untuk dua provinsi yang paling terdampak. Namun, hambatan seperti jalur terputus akibat banjir dan longsor membuat distribusi tidak berjalan optimal.

Ia meminta koordinasi lebih erat antara pemerintah daerah dan Kementerian Perhubungan untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu. “Kerja sama lintas instansi harus makin kuat, terutama menghadapi kondisi lapangan yang sulit,” jelasnya.

Nasril juga mengapresiasi tingginya solidaritas antarprovinsi. Ketika satu daerah terkena bencana, daerah lain sigap mengirimkan bantuan. “Ini menunjukkan kepedulian yang meningkat di masyarakat dan pemerintah. Tinggal memastikan distribusinya lancar,” ujarnya.

Nasril berharap penguatan teknologi, pembaruan data, dan kolaborasi antarinstansi dapat meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta menangani bencana.
“Semua langkah ini penting agar kita mampu mengantisipasi dampak yang lebih besar di masa mendatang,” tutupnya.***