Banner Website
Peristiwa

Akses Darat ke Wilayah Terdampak Bencana Aceh Sudah Pulih, Distribusi Bantuan Dipercepat

206
×

Akses Darat ke Wilayah Terdampak Bencana Aceh Sudah Pulih, Distribusi Bantuan Dipercepat

Sebarkan artikel ini
Akses Darat ke Wilayah Terdampak Bencana Aceh Sudah Pulih, Distribusi Bantuan Dipercepat
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, usai menanggapi beredarnya berbagai kabar di media sosial yang menyebut jalur menuju Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Timur masih terputus./R45/Ho

Rakyat45.com, Banda Aceh – Pemerintah memastikan akses darat menuju sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh kini kembali dapat dilalui. Kepastian ini disampaikan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal Zakaria Ali, usai menanggapi beredarnya berbagai kabar di media sosial yang menyebut jalur menuju Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Timur masih terputus.

“Jalur darat dari Sumatra Utara ke Aceh Tamiang, lanjut ke Kota Langsa dan Aceh Timur, sudah kembali terbuka. Tidak ada lagi hambatan seperti yang diberitakan sebelumnya,” ujar Safrizal dalam konferensi pers di Banda Aceh, Sabtu (6/12/2025).

Dengan pulihnya akses tersebut, alur pengiriman logistik dari Satgas Nasional diarahkan melalui pusat distribusi di Sumatra Utara untuk mempercepat waktu tempuh.
“Bantuan untuk Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur kini lebih efisien lewat Sumatra Utara. Dari bandara di sana, hanya butuh tiga sampai empat jam untuk tiba di lokasi,” jelasnya.

Safrizal menjelaskan pola pengiriman bantuan dilakukan melalui dua jalur utama.
Pertama, wilayah Aceh bagian timur dipasok melalui Sumatra Utara.
Kedua, Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) di Aceh Besar difokuskan untuk penanganan wilayah tengah dan pegunungan seperti Gayo Lues, Bener Meriah, Dataran Tinggi Gayo, serta sebagian wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Untuk daerah pegunungan, distribusi masih mengandalkan kombinasi jalur udara, darat, dan laut karena ada sejumlah titik yang masih terdampak longsor dan belum sepenuhnya aman dilalui.

Safrizal menekankan pentingnya masyarakat memeriksa akurasi informasi sebelum menyebarkannya. Ia menemukan sejumlah video lama yang beredar kembali dan memunculkan kesan akses masih terputus.
“Banyak video di medsos berasal dari dua sampai tiga hari lalu. Kondisinya sekarang sudah berbeda, jalurnya sudah bisa dilewati,” tegasnya.

Dirjen Adwil Kemendagri menambahkan, warga yang ingin menuju Aceh Tamiang atau Kota Langsa kini bisa melakukan perjalanan melalui jalur Sumatra Utara tanpa kendala berarti.

Dengan terbukanya akses dan optimalisasi jalur logistik, pemerintah berharap bantuan dapat menjangkau seluruh titik terdampak banjir dan longsor secara merata. Upaya ini menjadi bagian dari percepatan pelayanan publik dan pemulihan darurat sesuai arah pembangunan nasional.

“Mohon bantu sampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Ini penting untuk mempercepat proses pemulihan,” tutupnya.***