Banner Website
Peristiwa

Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkab Meranti Tetapkan Siaga Hidrometeorologi hingga Akhir 2025

159
×

Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkab Meranti Tetapkan Siaga Hidrometeorologi hingga Akhir 2025

Sebarkan artikel ini
Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkab Meranti Tetapkan Siaga Hidrometeorologi hingga Akhir 2025
Cuaca Bnajir di Meranti makin mengkhawatirkan./R45/Md

Rakyat45.com, SelatpanjangPemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menetapkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 31 Desember 2025. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini menyusul peringatan cuaca ekstrem yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG memprediksi adanya potensi pembentukan siklon tropis di wilayah Sumatra yang berpeluang memicu hujan lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi. Provinsi Riau, termasuk Kepulauan Meranti, masuk dalam zona rawan terdampak fenomena tersebut.

Kepulauan Meranti dinilai memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi, terutama wilayah pesisir. Ancaman yang diwaspadai meliputi banjir rob, genangan permukiman, terpaan angin kencang, hingga gelombang laut tinggi yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran dan aktivitas nelayan.

Menindaklanjuti kondisi itu, Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi sejak dini agar dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Kita tidak boleh lengah. Seluruh unsur pemerintah harus bersiaga dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait potensi cuaca ekstrem,” ujar Asmar.

Bupati juga meminta BPBD Kepulauan Meranti memperkuat koordinasi dengan TNI-Polri, pemerintah kecamatan, hingga aparatur desa. Fokus utama diarahkan pada pemetaan wilayah rawan serta penyampaian edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Saat ini, BPBD telah melakukan pemantauan intensif di sejumlah kecamatan yang dinilai berisiko tinggi, di antaranya Tebing Tinggi, Tebing Tinggi Timur, dan Rangsang Barat. Beberapa desa pesisir yang sebelumnya terdampak banjir rob kembali menjadi prioritas pengawasan.

Selain itu, kesiapan sarana tanggap darurat juga terus dimatangkan. Mulai dari penyiapan lokasi evakuasi, jalur penyelamatan, hingga skema distribusi bantuan darurat jika terjadi kondisi terburuk. Koordinasi lintas sektor dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, serta pemerintah kecamatan terus diperkuat.

Pemkab Kepulauan Meranti juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan peringatan cuaca dari BMKG. Nelayan diminta menunda aktivitas melaut apabila kondisi gelombang dan angin dinilai berbahaya. Sementara warga di wilayah rawan banjir diharapkan menyiapkan dokumen penting dan kebutuhan dasar untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi.

Dengan penetapan status siaga ini, pemerintah daerah berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Kesiapsiagaan bersama diyakini menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko serta dampak bencana hidrometeorologi di Kepulauan Meranti.***