Banner Website
Peristiwa

Pemulihan Pascabencana Dikebut, Pemerintah Izinkan Perpanjangan Tanggap Darurat di 11 Kabupaten

138
×

Pemulihan Pascabencana Dikebut, Pemerintah Izinkan Perpanjangan Tanggap Darurat di 11 Kabupaten

Sebarkan artikel ini
Pemulihan Pascabencana Dikebut, Pemerintah Izinkan Perpanjangan Tanggap Darurat di 11 Kabupaten
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan pemulihan pascabencana tiga provinsi Sumatra di Pusat Informasi dan Media Center Penanggulangan Bencana Kementerian Komdigi di Banda Aceh, Kamis (25/12/2025)./R45/Info Publik

Rakyat45.com, Banda Aceh – Pemerintah pusat terus menggenjot percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Demi menjaga efektivitas penanganan di lapangan, pemerintah membuka opsi perpanjangan status tanggap darurat di sejumlah daerah yang dinilai masih membutuhkan dukungan penuh.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan, saat ini terdapat 11 kabupaten yang memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat. Kebijakan tersebut bertujuan memberi ruang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya, mempercepat layanan, serta memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Arahan Presiden jelas, penanganan bencana harus dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada bantuan darurat, tetapi juga pemulihan ekonomi dan sosial warga terdampak,” ujar Pratikno usai rapat evaluasi di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (25/12/2025).

Dalam evaluasi lintas kementerian dan lembaga yang melibatkan BNPB, TNI, Polri, serta BUMN seperti Bulog, Pertamina, dan PLN, pemerintah mencatat kemajuan signifikan pada akses dan konektivitas wilayah terdampak. Sejumlah jalur transportasi mulai berfungsi kembali, sehingga distribusi bantuan semakin lancar.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih ada beberapa desa yang belum sepenuhnya terjangkau. Untuk itu, penambahan personel dan armada akan dilakukan guna memastikan pasokan kebutuhan pokok, termasuk pangan, BBM, dan LPG, dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi, pemerintah juga menerapkan pola distribusi dua arah. Sarana transportasi yang mengirim bantuan ke daerah bencana dimanfaatkan untuk membawa hasil produksi lokal ke pusat-pusat ekonomi seperti Medan dan Jakarta. Produk tersebut kemudian difasilitasi penyerapan oleh Kementerian Pertanian.

Di bidang pendidikan, percepatan perbaikan fasilitas sekolah menjadi perhatian menjelang dimulainya tahun ajaran baru awal Januari. Pemerintah menyiapkan skema sekolah sementara bagi satuan pendidikan yang belum sepenuhnya pulih agar proses belajar mengajar tetap berlangsung.

Sektor kesehatan pun terus diperkuat. Rumah sakit pemerintah di wilayah terdampak telah kembali beroperasi, sementara puskesmas yang sempat terganggu aktivitasnya secara bertahap diaktifkan kembali dengan dukungan relawan tenaga medis.

Pratikno memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, termasuk aparat, relawan, dan tenaga kesehatan yang tetap bekerja selama masa libur akhir tahun. Alat berat masih dikerahkan untuk membersihkan permukiman dan infrastruktur, sementara koordinasi lintas instansi terus diperkuat.

“Harapan kita, daerah terdampak tidak hanya pulih seperti sebelumnya, tetapi mampu bangkit dengan kondisi yang lebih baik dan lebih tangguh,” tutup Pratikno.***