Ketam Putih, Rakyat45.com – Di perairan Ketam Putih, layar sampan mengembang perlahan, seolah membaca arah angin dan waktu. Laut tak sekadar menjadi arena perlombaan, melainkan panggung sejarah tempat masyarakat pesisir menuturkan jati dirinya, tentang keberanian pelaut, kebijaksanaan hidup dari alam, dan gotong royong yang diwariskan lintas generasi.
Festival Sampan Layar bukan hanya agenda budaya tahunan. Ini adalah ritus kolektif yang merawat ingatan maritim Bengkalis, di mana sampan bukan sekadar alat, tetapi simbol peradaban. Tahun ini, makna festival meluas, tradisi berpadu dengan kesadaran ekologis melalui semangat Green Policing, menjadikan laut bukan hanya ruang kompetisi, tetapi ruang tanggung jawab bersama.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat menghadirkan pesan yang tegas namun lembut bahwa menjaga keamanan, melestarikan budaya, dan merawat lingkungan adalah satu tarikan napas dalam membangun masa depan pesisir yang berkelanjutan. Ahad (28/12/2025), Ketam Putih tak hanya merayakan layar, tetapi juga menanam harapan.
Mewakili Bupati Bengkalis, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Syahruddin secara resmi membuka Festival Sampan Layar Ke-79. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa festival ini merupakan warisan budaya yang membentuk karakter dan jati diri daerah.
“Festival Sampan Layar bukan sekadar perlombaan tradisional. Ia adalah simbol kebanggaan, identitas, dan kesinambungan budaya maritim Bengkalis,” ujarnya.
Kehadiran Green Policing memberi dimensi baru bagi festival sebuah pendekatan kolaboratif yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan daerah. Menurutnya, menjaga laut hari ini adalah investasi untuk generasi yang akan datang.
Syahruddin berharap festival ini menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat pesisir, mendorong pengembangan wisata bahari, serta membuka ruang pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.
“Ia juga mendorong Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga, KONI, serta cabang olahraga sampan layar untuk menjadikan festival ini sebagai ajang penjaringan bibit atlet dan menyusun pembinaan yang berkelanjutan.” harapannya.
Dari perspektif keamanan dan lingkungan, Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan menegaskan bahwa Green Policing merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam.
“Festival Sampan Layar bukan hanya ajang budaya, tetapi simbol kejayaan maritim dan kuatnya semangat gotong royong masyarakat pesisir,” tutur Kapolres.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival. Menurutnya, pelestarian tradisi seperti sampan layar di Desa Ketam Putih merupakan bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan identitas sosial masyarakat.
“Kami dari Polres Bengkalis berkomitmen menjaga alam sembari merawat tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat,” tegas Kapolres Budi Setiawan.
Ucapan selamat berlomba pun disampaikan kepada para peserta, dengan harapan Festival Sampan Layar Ke-79 yang dirangkaikan dengan Green Policing berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Bengkalis.
Dari akar komunitas, Kepala Desa Ketam Putih Suhaimi menyampaikan rasa bangga atas perhatian pemerintah daerah terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
“Festival ini bukan sekadar hiburan. Ia adalah identitas kami, pemersatu masyarakat, sekaligus potensi besar bagi pengembangan wisata bahari desa,” ungkapnya.
Ia juga menyambut baik integrasi Green Policing dalam festival, yang dinilai sejalan dengan komitmen desa menjaga kebersihan laut dan ekosistem pesisir. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak membangun kesadaran untuk mengurangi pencemaran, merawat laut, dan menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini.
“Festival Sampan Layar Ke-79 pun menjadi penanda penting bahwa pembangunan berkelanjutan dapat tumbuh dari akar budaya lokal, tradisi dijaga, laut dirawat, dan masa depan dibangun bersama.” terang Suhaimi.
Berdasarkan pantauan Rakyat45.com, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Bengkalis Hendri Firnanda Pangaribuan, Kepala Bappeda Rinto, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Paulina, Kabag Keuangan Setda Insan Sriwati.
Kabid Kebudayaan Disparbudpora Khairani, Ketua MUI Bengkalis Amrizal, Camat Bengkalis Taufik Hidayat, PJ Sungai Batang Budiman, serta ratusan peserta dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.**












