Banner Website
Daerah

Hujan Deras Picu Ancaman Banjir, Wali Kota Pekanbaru Turun Langsung Cek Lokasi Rawan

38
×

Hujan Deras Picu Ancaman Banjir, Wali Kota Pekanbaru Turun Langsung Cek Lokasi Rawan

Sebarkan artikel ini
Hujan Deras Picu Ancaman Banjir, Wali Kota Pekanbaru Turun Langsung Cek Lokasi Rawan
Wako Agung Nugroho memantau titik- titik banjir di Kota Pekanbaru Jum'at (2/1/2026) malam. /R45/MC

Rakyat45.com, Pekanbaru – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru kembali berada dalam status rawan banjir. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bergerak cepat dengan meninjau langsung titik-titik langganan genangan, Jumat malam (2/1/2026).

Didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Ingot Ahmad, Agung mendatangi sejumlah wilayah yang selama ini kerap terdampak banjir, di antaranya Meranti Pandak, Rejosari, hingga kawasan Tirtonadi. Kunjungan lapangan tersebut dilakukan sebagai langkah awal antisipasi untuk meminimalkan dampak banjir terhadap masyarakat.

“Kita sudah turun langsung melihat kondisi di lapangan. Permasalahan di tiap lokasi sudah dipetakan dan dalam waktu dekat akan segera kita lakukan langkah penanganan,” kata Agung Nugroho usai peninjauan.

Sebagai upaya awal pengendalian banjir, Pemko Pekanbaru berencana mengaktifkan pintu air di sejumlah titik strategis. Dari hasil pantauan, tinggi muka air di beberapa kawasan permukiman bahkan sudah melebihi aliran sungai, sehingga perlu pengaturan aliran air secara cepat.

Selain itu, normalisasi anak sungai juga akan dilakukan agar aliran air tidak terjebak di kawasan permukiman maupun ruas jalan utama. Agung menegaskan, percepatan penanganan menjadi kunci agar banjir tidak meluas.

Untuk memperkuat respons darurat, Wali Kota Pekanbaru juga membentuk jalur komunikasi cepat melalui grup WhatsApp yang melibatkan relawan siaga banjir. Dengan sistem ini, laporan warga terkait kenaikan debit air atau kondisi darurat bisa segera ditindaklanjuti.

“Kalau terjadi kondisi darurat, kita sudah siapkan langkah-langkah seperti tenda pengungsian, dapur umum, bantuan logistik, hingga perahu karet untuk evakuasi,” jelasnya.

Ke depan, Agung Nugroho juga menyampaikan rencana koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Balai Wilayah Sungai (BWS), khususnya terkait pembangunan turap di sepanjang bantaran sungai. Pembangunan turap dinilai penting untuk menahan luapan air sungai saat debit meningkat.

“Kalau itu kewenangan provinsi atau pusat, tentu akan kita koordinasikan. Namun bila memungkinkan, Pemko siap mengajukan izin untuk membangunnya. Prinsipnya, Pekanbaru harus siap menghadapi potensi banjir,” tegas Agung.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan masih tinggi hingga pertengahan bulan ini. Warga diminta segera melapor apabila terjadi kenaikan air yang membahayakan.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Jangan ragu melapor, dan kami akan langsung turun untuk melakukan antisipasi,” pungkasnya.***