Rakyat45.com, Pekanbaru – Konser kemanusiaan yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk membantu warga Palestina dan korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera berhasil menghimpun donasi hingga Rp1,1 miliar.
Penggalangan dana tersebut dilaksanakan melalui konser amal yang berlangsung di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Minggu (25/1/2026) pagi.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas antusiasme dan kepedulian yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, dari konser kemanusiaan kemarin, donasi yang terkumpul mencapai Rp1,1 miliar,” ujar Markarius, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, dana yang berhasil dihimpun akan difokuskan untuk membantu warga Palestina di Jalur Gaza. Sebanyak 80 persen dari total donasi dialokasikan untuk Palestina, sementara 20 persen lainnya diperuntukkan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera.
“Untuk Sumatera, bantuan akan disalurkan kepada korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” jelasnya.
Penyaluran donasi tersebut, lanjut Markarius, akan dilakukan Pemko Pekanbaru melalui kerja sama dengan QUPRO, sebuah lembaga amal kemanusiaan internasional yang berpengalaman dalam penyaluran bantuan ke daerah terdampak bencana dan konflik.
“Untuk bantuan Sumatera, rencananya minggu depan sudah mulai disalurkan oleh QUPRO. Kemungkinan kami juga akan ikut turun langsung, salah satunya ke Aceh,” katanya.
Sementara itu, bantuan untuk Palestina akan sepenuhnya disalurkan oleh QUPRO karena lembaga tersebut memiliki akses langsung ke wilayah Gaza. Pemko Pekanbaru, kata Markarius, tetap akan menerima laporan resmi terkait penyaluran bantuan tersebut.
“Nanti akan ada laporan penyaluran kepada kami, sehingga prosesnya tetap transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Konser kemanusiaan ini menghadirkan sejumlah penampil, di antaranya Wali Band dan Jaza Nasyid, serta menjadi simbol solidaritas masyarakat Pekanbaru terhadap isu kemanusiaan global dan nasional.
Pemko Pekanbaru berharap, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga menumbuhkan semangat kepedulian dan empati masyarakat terhadap sesama, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.***












