Banner Website
Daerah

Wali Kota Pekanbaru Tegaskan UEK-SP Jadi Penggerak Ekonomi Kelurahan

26
×

Wali Kota Pekanbaru Tegaskan UEK-SP Jadi Penggerak Ekonomi Kelurahan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Pekanbaru Tegaskan UEK-SP Jadi Penggerak Ekonomi Kelurahan
Wako Agung dalam Musyawarah Kelurahan Pertanggungjawaban Tahunan (MKPT) 2025 UEK Fajar Kehidupan di Kantor Kelurahan Muara Fajar Timur, Kamis (22/1/2026)./R45/Md

Rakyat45.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat peran Program Pemberdayaan Kelurahan (PPK) melalui Usaha Ekonomi Kelurahan Simpan Pinjam (UEK-SP) sebagai instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, saat menghadiri Musyawarah Kelurahan Pertanggungjawaban Tahunan (MKPT) 2025 UEK-SP Fajar Kehidupan di Kantor Kelurahan Muara Fajar Timur, Kamis (22/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Agung menyampaikan laporan pelaksanaan UEK-SP se-Kota Pekanbaru sekaligus menekankan bahwa program tersebut dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

“UEK-SP hadir sebagai solusi permodalan bagi masyarakat kelurahan. Program ini bertujuan meningkatkan perekonomian warga, menumbuhkan kreativitas usaha, menyerap tenaga kerja sektor informal, sekaligus melindungi masyarakat dari praktik rentenir,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, dana hibah kelurahan yang dikelola melalui mekanisme simpan pinjam dimanfaatkan langsung oleh masyarakat untuk mengembangkan usaha mikro dengan prinsip kebersamaan, transparansi, dan kemandirian ekonomi lokal, serupa dengan sistem koperasi.

Menurutnya, UEK-SP telah terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi di tingkat kelurahan secara nyata dan berkelanjutan.

Salah satu contoh keberhasilan tersebut ditunjukkan oleh UEK-SP Fajar Kehidupan, Kelurahan Muara Fajar Timur. Hingga tahun 2025, total perguliran dana UEK-SP ini mencapai Rp16,3 miliar dengan jumlah pemanfaat sebanyak 1.411 orang.

Selain itu, perguliran dana simpan pinjam tercatat sebesar Rp8,9 miliar dengan 1.092 pemanfaat. Tingkat pengembalian dana juga menunjukkan kinerja sangat baik, yakni 99,85 persen untuk UEK dan 99,81 persen untuk simpan pinjam.

“Capaian ini menunjukkan pengelolaan yang sehat dan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi,” kata Agung.

Pada tahun buku 2025, UEK-SP Fajar Kehidupan membukukan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp184,95 juta. Atas kinerja tersebut, UEK-SP Fajar Kehidupan berhasil meraih peringkat pertama UEK-SP se-Kota Pekanbaru.

Di tempat yang sama, Ketua UEK-SP Fajar Kehidupan, Yusak, menyampaikan bahwa lembaga tersebut berdiri sejak 2005 dengan modal awal bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau sebesar Rp500 juta.

“Hingga 2025, dana tersebut berkembang menjadi Rp971,5 juta dan terus digulirkan untuk membantu usaha masyarakat,” jelasnya.

Selama tahun 2025, UEK-SP Fajar Kehidupan menyalurkan dana sekitar Rp2,3 miliar ke berbagai sektor usaha, seperti pertanian, perdagangan, perkebunan, industri kecil, hingga kredit konsumtif. Sektor perdagangan menjadi bidang usaha dengan pemanfaat terbanyak.

Saat ini, jumlah pemanfaat aktif tercatat sebanyak 503 orang dengan saldo pinjaman mencapai Rp919,5 juta dan tingkat pengembalian sebesar 99,89 persen. SHU bersih UEK dan simpan pinjam sepanjang 2025 juga mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain berperan dalam penguatan ekonomi, UEK-SP Fajar Kehidupan turut menjalankan fungsi sosial dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu, termasuk pembagian paket sembako di seluruh rukun warga.

Meski demikian, pengelola mengakui masih menghadapi tantangan berupa tunggakan pinjaman. Untuk mengatasinya, diterapkan langkah persuasif dan administratif, mulai dari pemberian surat peringatan hingga pengawasan terhadap agunan pemanfaat.

Ke depan, UEK-SP Fajar Kehidupan merencanakan sejumlah pengembangan program, di antaranya peningkatan layanan kredit barang, penguatan pinjaman konsumtif, serta pembukaan tabungan kurban dan umrah.

Pemko Pekanbaru berharap keberhasilan UEK-SP Fajar Kehidupan dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal dan gotong royong.***