Bengkalis, Rakyat45.com – Cahaya pagi yang lembut menyelimuti Masjid Al Mujahidin, Desa Air Putih, Bengkalis, saat masyarakat berkumpul dalam suasana khidmat dan penuh harap. Kegiatan Bimbingan Amaliyah dan Akhlak bagi anak-anak, yang selama ini rutin mengisi setiap Minggu pagi dengan pembelajaran iman dan pembinaan karakter, resmi ditutup sementara seiring menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Penutupan yang digelar pada Minggu pagi, 1 Februari 2026, bukanlah penanda berakhirnya sebuah ikhtiar, melainkan jeda yang sarat makna. Momentum ini menjadi simbol kesiapan bersama dalam menyongsong Ramadan sebagai bulan penyucian diri, sekaligus ruang refleksi atas upaya panjang masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda sejak usia dini.
Sejumlah unsur masyarakat tampak hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Ketua RT 02, Ketua RW 04, Wakil Ketua BPD, Kepala Dusun, hingga jajaran pengurus Masjid Al Mujahidin – ketua, sekretaris, dan bendahara. Hadir pula para tokoh masyarakat serta orang tua dan wali murid yang selama ini setia mendampingi putra-putrinya mengikuti kegiatan pembinaan tersebut.
Ketua Masjid Al Mujahidin, Nurhadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pembimbing ustaz, dan ustazah yang dengan penuh keikhlasan dan istiqamah mendampingi anak-anak setiap Ahad pagi.
Menurutnya, bimbingan amaliyah dan akhlak ini telah memberikan dampak positif, terutama dalam menumbuhkan kesadaran beribadah serta membentuk perilaku berakhlak mulia di tengah kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap, setelah Ramadan berakhir, kegiatan ini dapat kembali dilanjutkan. Program ini sangat penting dan bermanfaat sebagai bekal membangun karakter generasi muda yang saleh dan salehah,” ujar Nurhadi, menyuarakan harapan bersama masyarakat.
Senada dengan itu, Ketua RW 04, Ismail, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pembimbing yang telah mencurahkan waktu dan tenaga dengan tulus. Ia menilai kegiatan semacam ini sebagai kebutuhan mendasar dalam menjaga keutuhan nilai-nilai agama, sekaligus merawat budaya lokal yang berakar kuat pada spiritualitas.
“Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan ini dengan ganjaran yang berlipat ganda,” tuturnya.
Sebelum memasuki sesi ceramah, Sekretaris Masjid Al Mujahidin, Helmi Syahrizal, memaparkan ringkasan perjalanan kegiatan selama beberapa bulan terakhir.
“Ia menjelaskan bahwa anak-anak telah dibekali pelajaran dasar ibadah, kisah-kisah teladan para nabi dan sahabat, hingga praktik langsung seperti shalat berjamaah dan membaca Al-Qur’an bersama sebuah proses pembelajaran yang dirancang menyeluruh, menyentuh aspek pengetahuan, sikap, dan pengamalan.” ungkap Helmi.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah singkat bertema “Menyiapkan Diri Menuju Bulan Ramadan untuk Anak-Anak” yang disampaikan oleh Ustaz H. Amrizal, M.A.G. Dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif, ia mengajak anak-anak memahami makna Ramadan sebagai bulan peningkatan ibadah, latihan kesabaran melalui puasa, serta momentum untuk memperbanyak kebaikan dan berbagi kepada sesama.
Suasana semakin khidmat saat acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz H. Amrizal, M.A.G., memohon keberkahan, kesehatan, dan kekuatan bagi anak-anak serta seluruh masyarakat dalam menjalani ibadah Ramadan dengan penuh keimanan.
Sebagai penutup, para hadirin menikmati juadah sarapan bersama yang disiapkan oleh panitia dan para sukarelawan masyarakat. Kebersamaan sederhana tersebut menjadi simbol eratnya silaturahmi dan rasa syukur atas keberlangsungan kegiatan pembinaan yang telah berjalan hingga kini.
Meski ditutup sementara, semangat bimbingan amaliyah dan akhlak diyakini tetap hidup di tengah masyarakat. Ia hanya berhenti sejenak, menanti waktu untuk kembali hadir menyemai nilai, menumbuhkan harapan, dan membentuk generasi masa depan yang beriman, berilmu, serta berakhlak mulia.**












