Bengkalis, Rakyat45.com – Gelombang cuaca panas yang kian ekstrem mendorong Koperasi Sri Bina Daerah bersama Pemerintah Desa Teluk Lancar memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Bengkalis. Selasa, 3 Februari 2026.
Melalui musyawarah dan sosialisasi langsung kepada masyarakat desa, upaya ini diarahkan untuk menekan potensi kebakaran sejak dari tingkat paling dasar.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program berkelanjutan koperasi yang menyasar desa demi desa, dengan fokus utama mengedukasi warga agar tidak membuka atau membersihkan kebun dan lahan menggunakan metode pembakaran. Praktik tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama di wilayah bergambut yang sangat rentan terbakar saat musim panas.
Pengurus Koperasi Sri Bina Daerah menegaskan bahwa pembakaran lahan bukan hanya merusak ekosistem gambut, tetapi juga berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat. Asap kebakaran dapat mencemari udara, memicu gangguan pernapasan, serta berpotensi menimbulkan keluhan hingga protes dari negara tetangga akibat kabut asap lintas batas.
Ketua Koperasi Sri Bina Daerah, Pasla, dalam pemaparannya menekankan bahwa tindakan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar hingga memicu kebakaran berskala luas memiliki konsekuensi hukum yang serius. Ancaman pidana hingga 10 tahun penjara serta denda maksimal Rp10 miliar menanti pelaku pembakaran lahan.
“Cuaca panas yang cenderung ekstrem saat ini harus kita sikapi dengan penuh tanggung jawab. Saya mengajak sekaligus menghimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan kebun dan lahan dengan cara membakar.
Jika kebakaran meluas, dampaknya sangat besar mengancam kesehatan, mencoreng hubungan dengan negara lain, dan tentu saja berhadapan dengan ancaman pidana hingga 10 tahun penjara serta denda Rp10 miliar. Karena itu, mari kita cegah bersama,” ujar Pasla.
Sosialisasi pencegahan karhutla di Desa Teluk Lancar ini turut dihadiri Sekretaris Desa Teluk Lancar, Azwandra, serta Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), M. Yunus. Kehadiran unsur pemerintahan desa tersebut memperkuat sinergi antara koperasi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Program sosialisasi Koperasi Sri Bina Daerah selanjutnya dijadwalkan berlanjut ke sejumlah desa lain di Kecamatan Bantan dan Bengkalis, sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mencegah bencana karhutla dan menjaga keberlanjutan lingkungan Pulau Bengkalis.**












