Banner Website
Ragam

Imlek di Meranti: Perang Air Night Carnival 2026 Dongkrak Kunjungan Tembus 20 Ribu Wisatawan

26
×

Imlek di Meranti: Perang Air Night Carnival 2026 Dongkrak Kunjungan Tembus 20 Ribu Wisatawan

Sebarkan artikel ini
Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, menyampaikan sambutan pada puncak Perang Air Night Carnival 2026 di Taman Cik Puan, Selatpanjang, Sabtu (22/2/2026)./R45/AH.

Rakyat45.com, Selatpanjang – Harmoni cahaya, percik air, dan gelombang manusia menyatu dalam satu lanskap perayaan yang memukau saat Perang Air Night Carnival 2026 mencapai puncaknya, Sabtu (22/2/2026) malam. Atmosfer Taman Cik Puan, Selatpanjang, menjelma panggung budaya terbuka yang mengukuhkan posisi Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai simpul perayaan Imlek paling semarak di pesisir timur Sumatra.

Ribuan warga tumpah ruah memenuhi kawasan acara, menyaksikan parade cahaya, atraksi seni, serta tradisi perang air yang telah mengakar sebagai identitas kolektif masyarakat Meranti. Festival tahunan ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan pernyataan kultural tentang keberagaman, kohesi sosial, dan vitalitas ekonomi daerah.

Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, menilai keberhasilan Night Carnival 2026 menjadi refleksi sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha. Baginya, perhelatan ini membuktikan bahwa kekuatan budaya lokal dapat menjadi mesin penggerak ekonomi yang efektif dan berkelanjutan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Night Carnival tahun 2026 ini,” ujarnya, seraya menegaskan komitmen penguatan sektor pariwisata berbasis tradisi.

Momentum Tahun Baru Imlek 2026 mencatat capaian mobilitas yang impresif. Total pergerakan penumpang mencapai 20.475 orang, tumbuh sekitar 1,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Dalam rentang H-7 hingga hari H, 352 kunjungan kapal tercatat bersandar, mencerminkan intensitas arus kedatangan yang konsisten.

Puncak lonjakan terjadi pada H-2, tepatnya 15 Februari 2026, ketika jumlah penumpang menembus 4.076 orang melonjak 30,52 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya. Angka tersebut memperlihatkan daya tarik festival yang kian menguat dari tahun ke tahun.

Peningkatan mobilitas masyarakat selaras dengan rangkaian perayaan Imlek dan Festival Perang Air yang telah menjadi agenda tahunan unggulan. Dampaknya terasa langsung pada okupansi penginapan, layanan transportasi, sektor kuliner, hingga pelaku UMKM yang menikmati peningkatan transaksi signifikan.

Pemerintah daerah berharap momentum ini terus dikembangkan melalui inovasi konsep acara dan promosi terpadu, sehingga Kepulauan Meranti mampu memperluas jejaring wisatawan domestik maupun mancanegara. Strategi berbasis budaya dan kearifan lokal diyakini menjadi fondasi kokoh dalam membangun daya saing pariwisata daerah.

Kehadiran sejumlah pejabat nasional turut menegaskan bobot strategis acara ini, di antaranya Sekretaris Utama BNPP Komjen Pol. Makhruzi Rahman, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Event Kemenparekraf Drs. Vinsensius Jemadu, serta unsur Forkopimda setempat. Partisipasi lintas sektor tersebut memperlihatkan bahwa Perang Air Night Carnival telah melampaui sekadar seremoni, menjelma instrumen diplomasi budaya dan akselerator pertumbuhan ekonomi kawasan.**